Potretkota.com - Komunitas Seni Rupa Bang Wetan Surabaya menerima kunjungan Delegasi Federasi Komunitas Seni dan Sastra Xiamen (Xiamen Federation of Literary & Art Circle/FLAC), Tiongkok, di Sekretariat Bang Wetan, Ruko Rungkut Megah Raya Surabaya, Minggu (12/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kehadiran delegasi Xiamen dalam Festival Seni Lintas Budaya Surabaya 2026.
Delegasi dipimpin Wakil Ketua FLAC, Wang Yuan, bersama delapan anggota yang terdiri atas seniman dan pengurus federasi. Dari pihak Bang Wetan hadir Ketua Komunitas Heri Purwanto, didampingi pelukis Andi Prayitno dan Dodik Hartono. Pertemuan juga dihadiri jajaran Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT), yakni Ketua Prof. Dr. Christina Avanti, Sekretaris Henoch Pradhana, dan Ketua Bidang Seni Budaya Denny Yusuf.
Baca Juga: Intan Ayu Paramitasari, Pemain Dhadak Merak Reog Ponorogo
Komunitas Seni Rupa Bang Wetan menerima kunjungan delegasi seniman dan budayawan dari Xiamen, Tiongkok
Ketua Komunitas Seni Rupa Bang Wetan Surabaya, Heri Purwanto, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan budaya antara Surabaya dan Xiamen yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.
"Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari Delegasi FLAC Xiamen. Seni dan budaya merupakan bahasa universal yang mampu membangun persahabatan antarmasyarakat. Kami berharap hubungan ini tidak berhenti pada kunjungan seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan di masa mendatang," ujar Heri.
Suasana pertemuan berlangsung hangat selama hampir satu jam. Keakraban kedua pihak tidak terlepas dari hubungan yang telah terbangun melalui pelukis Bang Wetan, Andi Prayitno, yang sejak 2019 beberapa kali diundang mengikuti ajang Xiamen ASEAN Cultural Meeting di Kota Xiamen.
Dalam kegiatan tersebut, Andi pernah memamerkan enam karya lukis, mengikuti workshop, melukis langsung (on the spot), mengunjungi museum, hingga berdialog dengan para pelukis Tiongkok. Bahkan pada masa pandemi, ia tetap dilibatkan melalui pameran daring. Tahun ini, Andi kembali mendapat undangan untuk menghadiri Xiamen ASEAN Cultural Meeting 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Menurut Heri, keikutsertaan Andi secara berkesinambungan telah menjadi jembatan komunikasi antara Bang Wetan dan FLAC. "Hubungan yang terjalin melalui Andi Prayitno menjadi modal berharga bagi komunitas kami. Selama ini komunikasi berlangsung dengan baik dan menunjukkan bahwa seni mampu membuka ruang dialog lintas budaya," katanya.
Baca Juga: Cak Armuji Hadiri Pameran Vivere Pericoloso
Pada kesempatan tersebut Heri juga memperkenalkan perkembangan Komunitas Seni Rupa Bang Wetan kepada delegasi Xiamen. Ia menjelaskan bahwa sejak berdiri, Bang Wetan telah menyelenggarakan tujuh pameran besar secara berkala sepanjang periode 2005–2025.
Meski berkedudukan di Surabaya, kata Heri, jejaring Bang Wetan mencakup seniman dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur sehingga komunitas ini menjadi salah satu ruang kolaborasi seni rupa yang cukup luas di tingkat provinsi.
(Kiri) Wang Yuan, berpose di depan lukisan yang menampilkan Barong Bali dan Barongsai.
Delegasi FLAC menyampaikan apresiasi terhadap aktivitas komunitas, termasuk keberadaan galeri yang dikelola secara mandiri oleh Bang Wetan. Wang Yuan mengaku terkesan atas semangat para seniman Surabaya dalam membangun ekosistem seni secara swadaya.
Baca Juga: DKS Warisan Wali Kota Surabaya Soekotjo Hilang di Era Eri Cahyadi
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Delegasi Xiamen menikmati berbagai hidangan khas Indonesia, seperti lemper dan bolen pisang yang menjadi favorit mereka. Sementara minuman tradisional sinom dan beras kencur dinilai memiliki cita rasa yang unik dan berbeda bagi lidah masyarakat Tiongkok.
Menjelang senja, pertemuan berakhir dengan suasana penuh keakraban. Kedua pihak berharap hubungan yang telah terjalin melalui jalur seni dan budaya dapat terus berkembang menjadi kerja sama yang semakin erat, sekaligus memperkuat persahabatan antara masyarakat Surabaya dan Xiamen. (Hyu)
Editor : Redaksi