Cak Armuji Hadiri Pameran Vivere Pericoloso

avatar potretkota.com
(kanan) Armuji
(kanan) Armuji

Potretkota.com - Suasana di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) terasa berbeda saat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji hadir mengunjungi pameran seni rupa Vivere Pericoloso, Senin (16/6/2026). 

Kehadiran sosok yang akrab disapa masyarakat sebagai "Cacak-e Arek Suroboyo" itu mendapat sambutan hangat dari para seniman yang terlibat dalam pameran bertema Bulan Bung Karno tersebut.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Resmi Lapor Dugaan Pencurian ke Polisi

Pameran Vivere Pericoloso menampilkan beragam karya seni rupa yang mengangkat sosok dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Melalui berbagai pendekatan artistik, para perupa menghadirkan interpretasi tentang Bung Karno sebagai negarawan, orator, sekaligus pemikir kebangsaan.

Dalam kunjungannya, Armuji berkeliling galeri untuk mengamati karya-karya yang dipamerkan. Ia juga berdialog dengan sejumlah seniman mengenai proses kreatif serta pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka.

Bagi kalangan seniman, kehadiran seorang pemimpin daerah di ruang pamer memiliki makna tersendiri. Selain menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni, kunjungan tersebut dinilai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Surabaya.

Salah seorang seniman, Meimura mengatakan bahwa kehadiran pejabat publik di ruang kesenian merupakan bentuk pengakuan terhadap pentingnya seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Cermin Buram Reformasi: Ketika Dewan Kesenian Berhadapan dengan Kuasa Pemkot Surabaya

"Kehadiran seorang pejabat publik di ruang kesenian merupakan bentuk pengakuan bahwa seni dan kebudayaan adalah bagian penting dari kehidupan kota. Seniman merasa diperhatikan dan didengar," ujar Meimura.

Menurutnya, ruang-ruang kesenian membutuhkan dukungan dan perhatian agar tetap hidup serta mampu menjadi wadah ekspresi masyarakat. Kebudayaan, lanjutnya, merupakan bagian penting dari pembangunan kota karena berperan menjaga identitas dan karakter masyarakat.

Momentum Bulan Bung Karno juga dinilai relevan dengan penyelenggaraan pameran tersebut. Soekarno dikenal sebagai tokoh yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan bangsa. Melalui karya seni, para perupa berupaya menghadirkan kembali gagasan-gagasan kebangsaan yang diwariskan Sang Proklamator kepada generasi masa kini.

Baca Juga: DKS Warisan Wali Kota Surabaya Soekotjo Hilang di Era Eri Cahyadi

Kehadiran Armuji di tengah pameran menjadi simbol pertemuan antara pemerintah daerah dan komunitas seni. Para seniman berharap perhatian terhadap kegiatan kebudayaan dapat terus berlanjut sehingga ekosistem kesenian di Surabaya semakin berkembang.

Pameran Vivere Pericoloso menjadi salah satu agenda seni dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus memberikan ruang bagi para perupa untuk menyampaikan refleksi atas pemikiran dan perjalanan sejarah bangsa melalui medium seni rupa. (Hyu)

Berita Terbaru