Potretkota.com - Di tangan kebanyakan orang, kulit bawang putih hanyalah limbah dapur yang berakhir di tempat sampah. Namun, di sebuah rumah sederhana di RT 03 RW 02, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, lembaran-lembaran tipis kulit bawang itu justru menjelma menjadi karya seni yang memikat.
Adalah Nur Elma, seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengubah limbah kulit bawang putih menjadi lukisan bernilai artistik sekaligus memiliki potensi ekonomi. Dengan ketelatenan dan kreativitas, ia menyusun setiap potongan kulit bawang hingga membentuk bunga, pepohonan, pegunungan, bahkan lanskap alam yang tampak hidup di atas kanvas.
Baca Juga: Kampung Bunga Pucangan Menyulap Cabai Menjadi Hiasan
Dalam sudut rumahnya, tumpukan kulit bawang putih yang semula dianggap tidak berguna berubah menjadi bahan baku utama. Kanvas yang digunakannya pun tidak selalu baru. Beberapa di antaranya berasal dari bingkai televisi LED bekas yang dimanfaatkan kembali sebagai media lukis.
"Awalnya saya melihat tekstur kulit bawang putih ini unik dan indah. Saya berpikir sayang kalau dibuang. Akhirnya saya mencoba menyusunnya menjadi lukisan menggunakan kanvas dari bingkai TV LED bekas," ujar Nur Elma, Senin (27/7/2026).
Perjalanan berkesenian itu dimulai pada tahun 2022. Berawal dari rasa penasaran, Nur Elma terus bereksperimen hingga menemukan teknik memotong, menyusun, dan merekatkan kulit bawang putih menggunakan lem agar membentuk objek yang diinginkan.

Kini, hasil karyanya semakin beragam. Bunga mawar, bunga teratai, pohon bambu, pohon beringin, hingga panorama pegunungan menjadi tema favorit yang lahir dari limbah sederhana tersebut. Warna alami kulit bawang putih justru menghadirkan nuansa klasik yang sulit ditemukan pada lukisan berbahan cat biasa.
Baca Juga: Dari Lalapan Menjadi Minuman, Kemangi di Pasuruan Berbuah Cuan
Inspirasi itu datang dari lingkungan sekitar. Tetangganya yang memproduksi kerupuk puli setiap hari menghasilkan tumpukan kulit bawang putih yang sebelumnya hanya dibuang begitu saja.
"Saya melihat limbah kulit bawang putih dari tetangga cukup banyak. Dari situ muncul ide untuk memanfaatkannya. Kulit bawang dipotong kecil-kecil, kemudian disusun dan ditempel di atas kanvas hingga membentuk bunga dan berbagai objek lainnya," tutur Nur Elma.
Bagi Nur Elma, berkarya bukan hanya tentang menghasilkan lukisan yang indah. Ia juga ingin membuktikan bahwa limbah rumah tangga masih dapat memiliki nilai guna apabila diolah dengan kreativitas dan ketekunan.
Kreativitas tersebut mendapat apresiasi dari Ketua RW 02 Kelurahan Karanganyar, Miftachul Ulum. Menurutnya, karya seni berbahan kulit bawang putih merupakan inovasi yang belum pernah ada di wilayahnya.
Baca Juga: Pelayanan Malam di Kelurahan Gentong Dapat Sambutan Positif
"Pemanfaatan kulit bawang putih menjadi lukisan ini merupakan yang pertama di lingkungan kami. Hasilnya ternyata sangat bagus dan memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi kebanggaan bagi warga Karanganyar," ujarnya.
Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kelurahan Karanganyar. Aparatur kelurahan menilai inovasi yang dilakukan Nur Elma tidak hanya memperlihatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah, tetapi juga membuka peluang lahirnya produk ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Kisah Nur Elma membuktikan bahwa kreativitas sering kali lahir dari hal-hal sederhana. Dari limbah yang nyaris tak bernilai, ia menghadirkan karya seni yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa setiap benda memiliki kesempatan untuk memperoleh kehidupan baru ketika disentuh oleh tangan-tangan yang kreatif. (dyt)
Editor : Redaksi