Runner Up Putri Anak Jawa Timur 2026

Shanessa Maldiva Khu, Bocah 11 Tahun yang Tekuni Modeling, Singing dan Dancing

avatar Achmad Syaiful Bahri
Shanessa Maldiva Khu (kiri) dan ibunda Cynthia Raharja Surya (kanan) dalam wawancara khusus bersama Potret Kota, Senin, (31/08/2026).
Shanessa Maldiva Khu (kiri) dan ibunda Cynthia Raharja Surya (kanan) dalam wawancara khusus bersama Potret Kota, Senin, (31/08/2026).

Potretkota.com – Shanessa Maldiva Khu, bocah 11 tahun dari pasangan Cynthia Raharja Surya (33) dan Steven (40) asal Surabaya, kini tengah menjadi runner up di ajang pemilihan Putri Jawa Timur 2026 dengan kategori anak. Bukan asal jadi hingga tembus ke kontes bergengsi, selain bakat yang terlihat sejak usia dini, Shanessa memang sudah sengaja dibentuk oleh kedua orang tuanya.

Bakat Shanessa di dunia entertainment mulai terlihat sejak usia sekitar 4 tahun. Shanessa kini menekuni modeling, public speaking, dancing, vokal hingga pageantry. Cynthia, mengatakan keberanian Shanessa tampil di depan umum sudah terlihat ketika mengikuti playgroup dan TK. Saat itu, Shanessa tidak menunjukkan rasa grogi ketika harus tampil seorang diri di panggung.

Baca Juga: Shanessa Maldiva Khu Bidik Mahkota Putri Anak Jawa Timur 2026

“Dia tidak grogi. Dari situ saya menyadari anak ini bisa dilatih,” ujar Cynthia, Senin (31/08/2026).

Melihat potensi tersebut, Cynthia kemudian memberikan berbagai pelatihan, mulai dari modeling, public speaking, dancing hingga vokal. Dari modeling, Shanessa mulai mengikuti berbagai performance dan fashion show. Ia juga menekuni dance, khususnya hip-hop, sejak sekitar usia 7 tahun. Sementara kemampuan vokalnya mulai dipelajari sejak usia 6 tahun.

Kemampuan bernyanyi Shanessa sempat terhenti, dan kembali dilanjutkan ketika berusia sekitar 10 tahun. Pada usia yang sama, Shanessa mulai memasuki dunia pageantry melalui ajang Putri Anak Jawa Timur 2026. Meski aktif di dunia entertainment, Cynthia memastikan pendidikan formal tetap menjadi prioritas. Shanessa tetap bersekolah Senin hingga Jumat dan mengikuti les akademik.

Baca Juga: Gus Kikin Terima Amanah Maju Calon Ketua Umum PBNU

“Sebagai orang tua harus tahu anak kita ini seperti apa. Karena setiap anak itu pasti berbeda. Kedua, kita juga harus memastikan bahwa memang anak kita itu niat, memang anak kita itu punya passion di situ. Ketika dia menyadari ini passion-ku, dia akan fight lagi, dia akan bangkit lagi. Dulu kalau capek itu bisa langsung bete, mukanya langsung nggak bisa dikondisikan,” ungkap Cynthia.

Namun demikian, Cynthia menegaskan, Shanessa kini mulai mampu bersikap lebih profesional ketika menjalani aktivitas di panggung. Menurutnya, pengalaman membuat putrinya semakin mampu mengendalikan diri ketika lelah. Dari sisi akademik, prestasi Shanessa tetap dijaga. Nilai rapornya tergolong baik dan hampir seluruhnya mendapatkan nilai A.

Baca Juga: Jalan Terjal Emil dan Ancaman Kuda Hitam

Selain itu, Cynthia juga memperhatikan pola tidur, makan dan aktivitas fisik putrinya. Pola diet tidak diterapkan kepada Shanessa karena masih dalam masa pertumbuhan. Kebutuhan nutrisi justru harus dijaga agar Shanessa memiliki stamina yang kuat. Cynthia berharap Shanessa tidak hanya mengejar popularitas dan penghargaan, tetapi juga memahami proses.

“Yang paling penting adalah tetap ingat siapa dirimu, dari mana kamu berasal dan dari titik mana kamu mulai. Di balik semua itu ada perjuangan-perjuangan yang kamu lalui. Ada pihak-pihak yang mendukung. Dan yang paling penting adalah kehendak Tuhan yang terjadi atas hidup dia. Jadi tetaplah rendah hati, jangan pernah sombong, jangan pernah tinggi hati dan jangan pernah meremehkan orang lain,” pungkasnya. (ASB)

Berita Terbaru