Ketika Usaha Mebel Meredup, Warga Krapyakrejo Menanam Harapan Lewat Wisata Sayur

avatar potretkota.com
Serunya Wisata Petik Sayur di Krapyakrejo Kota Pasuruan.
Serunya Wisata Petik Sayur di Krapyakrejo Kota Pasuruan.

Potretkota.com - Perubahan arah usaha warga Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, melahirkan sebuah destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif. Kawasan yang sebelumnya dikenal dengan aktivitas usaha mebel, kini mulai berkembang melalui wisata petik sayur dan serok ikan nila yang dikelola masyarakat setempat.

Berada di wilayah Krapyakrejo Selatan RT 01 RW 06, wisata petik sayur menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Tidak hanya melihat hamparan tanaman hijau, pengunjung juga dapat memanen langsung berbagai jenis sayuran segar yang dibudidayakan warga.

Baca Juga: Kampung Bunga Purworejo Memanen Ketahanan Pangan

Lurah Krapyakrejo, Bayu Wika Permana mengatakan, munculnya inovasi wisata tersebut merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan kondisi ekonomi. Menurutnya, ketika usaha mebel mulai mengalami penurunan, warga mencari alternatif usaha yang tetap mampu menopang perekonomian keluarga.

"Dulu masyarakat di sini bergerak di bidang usaha mebel. Namun karena usaha mebel sekarang mulai meredup, warga beralih mengembangkan wisata petik sayur dan serok ikan nila untuk menambah perekonomian keluarga," ujar Bayu, Kamis (16/7/2026).

Wisata petik sayur yang dikelola kelompok masyarakat ekonomi kreatif Krapyakrejo kini memiliki beragam komoditas pertanian. Pengunjung dapat menemukan berbagai tanaman seperti brokoli, sawi daging pakcoy, sawi hijau, cabai, terong, pepaya, labu, buah mentega, laos, jahe, kencur, hingga pare.

Selain aktivitas memetik sayuran langsung dari kebun, pengunjung juga dapat mencoba pengalaman serok ikan nila. Ikan nila yang dibudidayakan warga tersebut dikembangkan dengan konsep organik sehingga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Baca Juga: Kepala Desa Semare Diperiksa Unit Tpikor Polres Pasuruan Kota

"Selain sayuran, di lokasi wisata petik sayur juga tersedia serok ikan nila yang dibudidayakan secara organik," jelas Bayu.

Ketua RW 06 sekaligus pegiat wisata petik sayur dan serok ikan nila, Zainul Arif, mengungkapkan bahwa program wisata tersebut baru berjalan sekitar enam bulan. Meski tergolong baru, kebun sayur warga telah mampu menghasilkan panen secara rutin.

"Hampir setiap hari kami melakukan panen sayur. Dalam satu minggu sekitar 12 kilogram sayuran dipetik langsung oleh pembeli," kata Zainul.

Baca Juga: Jukir dan Satpol PP Kota Pasuruan Adu Argumen saat Penertiban

Menurutnya, konsep petik langsung menjadi salah satu keunggulan wisata ini karena memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat. Pengunjung tidak hanya membeli hasil pertanian, tetapi juga dapat mengenal proses budidaya dan merasakan suasana berkebun.

Ke depan, pengelola berencana mengembangkan konsep wisata tersebut dengan menambah sistem pertanian hidroponik. Pengembangan ini diharapkan mampu memperkaya pilihan tanaman sekaligus meningkatkan daya tarik wisata petik sayur Krapyakrejo.

Dari perubahan usaha mebel menuju sektor pertanian kreatif, warga Krapyakrejo menunjukkan bahwa inovasi dan gotong royong dapat membuka peluang ekonomi baru di tengah perubahan zaman. (dyt)

Berita Terbaru