Ratusan Mualaf Tionghoa Banjiri Masjid Lautze

avatar potretkota.com
Ratusan Mualaf Tionghoa Shalat Ied di Masjid Lautze.
Ratusan Mualaf Tionghoa Shalat Ied di Masjid Lautze.

Potretkota.com - Setelah dua tahun tak digelar akibat pandemi Covid 19, ratusan umat muslim dari Etnis Tionghoa antusias melaksanakan ibadah shalat ied berjamaah di area Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin, (02/04/22).

Kepala bidang Humas Masjid Lautze Yusman Iriansyah mengatakan, ibadah shalat ied kembali digelar setelah dua tahun lamanya vakum akibat pandemi menular Covid 19.

Baca Juga: Tradisi Toron Warga Madura, Ribuan Kendaraan Padati Jembatan Nasional Suramadu

Gelar sholat ied berjamaah ini pun disambut dengan antusiasme warga muslim Tionghoa di Jakarta Pusat. Tampak ratusan warga Tionghoa yang terdiri dari pria, wanita, hingga anak-anak, memadati area Masjid Lautze.

"Antusiasme jamaah yang hendak melaksanakan ibadah shalat ied bertambah setelah dua tahun terakhir mereka tak dapat melaksanakan ibadah shalat ied di masjid ini akibat pandemi Covid 19," kata Yusman.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Layani 704.769 Pemudik Lebaran 2025

Yusman mengungkapkan, berbeda dengan masjid lainnya, hampir keseluruhan jamaah yang hadir melaksanakan ibadah shalat ied merupakan jamaah dari Etnis Tionghoa.

Menurutnya, rata-rata dari mereka mengaku memilih untuk menjadi mualaf lantaran mendapat hidayah ataupun keyakinan diri sendiri untuk memeluk agama islam.

Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Harga LPG Normal Jelang Idul Fitri 2025

"Insya Allah shalatnya sama seperti tempat lain, kita awali dari pembagian zakat, bingkisan, sudah kita lakukan, kita terima dan salurkan zakat khatib dan imam dari mualaf," ungkap Yusman.

Selain diikuti para jamaah Etnis Thionghoa, pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri 1443 H juga diikuti oleh warga sekitar yang biasa melaksanakan ibadah di Masjid Lautze.(Robi)

Berita Terbaru

Domestik,

Negara Melawan Entropi Agraria

Potretkota.com - Negara akhirnya turun tangan menghadapi penyakit kronis yang selama ini dibiarkan merajalela di sektor agraria: lahan dormant atau lahan