Potretkota.com – TSN (16), diduga menjadi korban perampokan di kamar indekosnya yang berada di kawasan Gunung Agung, Langkapura, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (6/7/2022). Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di kamar nomor 06 indekos tersebut. Gadis asal Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung tersebut mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian leher.
Dari informasi yang dihimpun, korban yang diketahui sudah tidak lagi sekolah itu sempat menjerit-jerit sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Korban meringkuk dengan sejumlah luka tusuk senjata tajam. Penghuni indekos lainya kemudian membawa korban ke rumah sakit RSUD dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Pelaku penusukan kabur menggunakan sepeda motor korban.
Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Bandar Lampung yang datang ke lokasi kejadian, langsung mengamankan Tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi di kamar indekos yang dihuni oleh korban. Tidak hanya mengalami sejumlah luka tusukan senjata tajam, barang berharga milik korban juga raib dibawa kabur pelaku. Barang milik korban yang hilang berupa dua unit HP dan uang Rp6.000.000.
Husnul (22), tetangga korban mengatakan, TSN baru empat bulan indekos di sana. Saat kejadian, dirinya kaget mendengar suara minta tolong dari kamar yang berhadapan dengan kamarnya. "Karena tetangga kosan enggak ada yang berani, saya coba nolong korban dan saya sempat tanya, kenapa mba, terus korban jawab saya ditusuk, saya tanya lagi, siapa yang nusuk, pacarnya ya, terus lama, baru dia jawab, tamu," ujar Husnul.
Husnul tidak tahu persis peristiwa penusukan terhadap korban. Dia hanya sempat melihat ada seorang pria yang datang ke kamar korban mengenakan masker. "Sebelum kejadian ada pria pakai masker datang ke kamar korban, tapi enggak tahu siapa. Korban orangnya tertutup, kalau datang tamu, kamarnya selalu ditutup," ungkap Husnul.
Husnul mengaku tidak mengetahui pekerjaan korban karena tidak pernah ketemu. Ia hanya sering melihat laki-laki datang ke kamar korban. "Orangnya tertutup banget, enggak pernah keluar. Yang sering datang cowoknya dan sering juga laki-laki, banyak mungkin teman temannya," jelas Husnul.
Sementara itu, My (40) pengelola indekos mengungkapkan, semula yang memesan kamar indekoas adalah seorang laki-laki, namun yang bakal menghuni perempuan yaitu TSN. My pun tak menampik jika indekos yang dikelolanya, berpenghuni campur. Ada laki-laki dan perempuan, semuanya rata-rata bekerja. "Awalnya yang minta ngekos laki-laki. Tapi yang mengisi perempuan," ungkap My.
Menurut My, dirinya baru mengetahui kejadian di rumah indekosnya sekitar pukul 10.00 WIB. "Dapat kabar jam 10-an. Korban dilarikan ke RSUD dr. Hi. Abdoel Moeloek. Kejadiannya seperti apa, saya belum tahu pasti. Namun kondisi korban sekarang membaik," ungkap My.
Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol Sandy Galih Putra membenarkan, adanya peristiwa penusukan seorang remaja putri di kamar indekos. Namun demikian, Sandy belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut dikarenakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. "Dalam proses lidik mas, sekarang masih Pulbaket (mengumpulkan bahan keterangan, Red)," tukas Sandy. (Rio)
Editor : Redaksi