Potretkota.com - Dermaga Kalimas ambrol, diklaim bukan karena imbas pengurukan tanah, melainkan karena kontrusi usia jalan dan faktor alam. Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ir Hernadi Tri Cahyanto, MT.
"Kerusakan Dermaga di Kalimas, karena melimpahnya air jadi dermaga rusak. Apalagi kontruksi jalan sudah tua," katanya, dinding penahan tanah (talud) rusak jika urugan tanah hilang, Jumat (25/1/2019).
Baca Juga: Tawuran Antar Nelayan di Pasuruan Beberapa Perahu Dibakar Massa
Hal senada disampaikan CEO Pelindo III Regional Jawa Timur Onny Djayus. Mengetahui Dermaga Kalimas ambrol, pihaknya segera melakukan perbaikan. "Kami (PT Pelindo III) akan memperbaiki dengan tidak tergopoh-gopoh," paparnya.
Saat disinggung anggaran perbaikan, sayang Onny enggan membeberkan secara jelas dan pasti. "Yang jelas miliaran. Pelindo tidak menghitung kerugian, karena investasi yang dikeluarkan pemerintah hanya untuk rakyat. Untuk pastinya bagian teknik yang bisa menjelaskan," dalihnya.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
Ditempat yang sama, Hendiek Eko Setiantoro Bagian Teknik PT Pelindo III juga enggan menyebut pasti berapa anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan. Hanya saya, pihaknya memperkirakan akan menelan anggaran Rp 3 miliar. "Kami anggarkan Rp 3 miliaran," akunya, dan enggan menyebut biaya perawatan tahunan yang sudah dikeluarkan selama ini.
Seperti diketahui, sebelum Dermaga Kalimas ambrol sepanjang 75 meter, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) melakukan pengerukan agar air yang biasa dipakai kapal rakyar berlabuh bisa bersandar dengan maksimal.
Baca Juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak
Karena ambrol, Dermaga Kalimas yang biasa digunakan kapal rakyat parkir 24 jam otomatis tidak bisa digunakan secara maksimal. (Hyu)
Editor : Redaksi