Potretkota.com - Pengusaha bunga anggrek di Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mengeluh lantaran tidak dapat menjual 10 ribu bunga anggrek ke luar jawa. Hal ini terkendala pengiriman barang yang di sebabkan adanya virus Corona atau Covid-19.
Seperti disampaikan Huda pengusaha Anggrek, asal Desa Sadengrejo, Menurutnya, dampak Covid-19, bisnis anggrek menjadi macet karena tidak dapat berjualan bahkan kirim ke pulau Bali. Ia mengklaim selama Pandemi sudah merugi sekitar Rp 5 miliar.
Baca juga: Supplier Buah Lokal Gugat Superindo ke PN Mojokerto
"Biasanya dalam satu bulan sekali, kami bisa kirim minimal 5000 anggrek, akan tetapi sampai dua bulan ini, kami tidak dapat mengirim pesanan anggrek. Jadi jumlahnya 10 ribu anggrek yang tidak terjual atau terkirim saat ini. Hal ini kendala anjuran dari pemerintah adanya dampak Covid-19 yang mendera di seluruh indonesia," ungkap Huda.
Baca juga: Bisnis Pelindo Regional 3 Alami Pertumbuhan Signifikan
Lanjut Huda, untuk petani yang tergolong petani plasma engga sebegitu merugi. Sebab kondisi anggreknya masih setengah jadi. Hanya kerugianya terletak pada menggaji karyawan yang menyiram dan merawat anggrek dalam keseharian.
Baca juga: Kadis Peternakan Jatim Enggan Komentari Soal PMK, Ada Apa?
"Maka dari itu dalam bisnis anggrek saat ini kami hanya bisa pasrah dan berusaha supaya bunga anggrek tetap bertahan hidup. Kami berharap dan berdoa semoga virus corona ini segera berakhir dari muka bumi ini. Agar aktifitas kembali berjalan dan roda perekonomian menjadi lancar," tambah Huda. (Mat)
Editor : Redaksi