Potretkota.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem, Joko Cahyono melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke Hotel Permata Biru terletak di Desa Lumbang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (14/5/2020).
Sidak dilakukan, mengawasi sejumlah 19 anggota paramedis dan keluarga yang terjangkit reaktif Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diisosolasi secara mandiri di 23 ruang kamar hotel tersebut.
Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat
Menurut Joko Cahyono, sejumlah anggota paramedis rumah sakit terisolasi di hotel, bahwasanya ada beberapa hal perkembangan masalah di masyarakat dan perlu kita sampaikan bersama. "Semoga permasalahan ini terkordinasi dan terintegrasi dari pihak Rumah sakit Bangil. Harapanya anggota paramedis yang terisolasi dihotel termasuk masalah protektif , bagaimana untuk melakukan prosedur secara protokoler," ucapnya.
Salain itu, Joko Cahyono yang juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Pasuruan meminta agar pegawai hotel Permata Biru yang sudah dirumahkan supaya dipekerjakan kembali. "Kami juga meminta karyawan melakukan perjanjian diketahui oleh muspika beserta lurah, biar ke depan karyawan dapat dipekerjakan kembali. Adanya Covid-19, kami mengharap kepada pihak hotel setidaknya ada subangsih secara kemanusiaan kepada karyawan yang dirumahkan, supaya diberikan reward lebaran 50%," terangnya.
Baca juga: Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
Joko Cahyono juga meminta kepada tim Gugus Tugas, supaya dilakukan penyemprotan cairan disinfektan ke lokasi, minimal penyemprotan dilakukan 3 hari sekali. "Kalau memang di butuhkan, anggota partai Nasdem siap melakukan penyemprotan, kami siap membantu. Kami juga meminta kepada Kapolsek untuk menjaga keamanan supaya tidak terjadi polemik di masyarakat dalam persoalan ini,"terangnya.
Sementara, Humas RSUD Bangil M Hayat menjelaskan sebelum pelaksanaan penempatan anggota paramedis yang di isolasi secara mandiri di Hotel Permata Biru, pihanya sudah melakukan beberapa persiapan sesuai juknis dari Menteri Kesehatan. "Kami juga memberikan sekilas latihan ke anggota hotel supaya tidak terpapar Covid-19. Alasan kenapa kami menempatkan anggota paramedis terjangkit OTG beserta keluarganya di hotel, karena kalau kita tempatkan di rumah, ini nanti tidak akan memutus mata rantai Covid-19," ujarnya.
Baca juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?
Hayat mengaku, ada 19 perawat RSUD Bangil yang sudah disolasi. "Saat ini jumlah anggota paramedis beserta keluarganya yang di isolasi mandiri saat ini ada 19 orang. Isolasi mandiri ini dilakukan selama 14 hari. Mengenai jumlah tempat untuk ruang isolasi ada 23 kamar. Penempatan anggota paramedis yang terisolasi sudah dilakukan sejak 2 hari yang lalu," tandasnya.
Terpisah, Camat Prigen Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menuturkan, terkait perawat yang OTG terisolasi, pihaknya sudah berkordinasi dengan desa disaat pasien sudah ditempatkan. "Alhamdulilah kalau dengan masyarakat desa sudah menuangkan dalam bentuk pernyataan dan waktu itu dengan kondisi musyawarah mufakat. Sebenarnya yang jadi permasalahan soal karyawan hotel takutnya tertular penanangan itu serta soal nasib karyawan hotel yang dilumahkan. Dan itu sudah dijelaskan oleh Humas RSUD Bangil, untuk karyawan hotel tidak melayani secara langsung anggota paramedis yang terdampak OTG Covid-19," pungkasnya. (Mat)
Editor : Redaksi