Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri 

avatar potretkota.com
Cek kesehatan di BBKK Surabaya.
Cek kesehatan di BBKK Surabaya.

Potretkota.com - Sebanyak 35 kasus super flu akibat virus Influenza A (H2N3) subclade K tercatat di Jawa Timur, dengan total nasional mencapai 62 kasus dan satu korban jiwa di Jawa Barat. Kondisi ini membuat masyarakat yang akan berpergian ke luar negeri pilih melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
 
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus cukup tinggi, yaitu 35 kasus, sementara secara nasional mencapai 62 kasus. Bahkan, di Jawa Barat telah terjadi satu kasus meninggal dunia akibat penyakit ini.
 
Meningkatnya kekhawatiran membuat masyarakat khususnya yang akan bepergian ke luar negeri lebih aktif melakukan vaksinasi flu sebelum berangkat. Salah satunya adalah Eko Wahyudi, warga Surabaya yang baru saja melakukan vaksinasi di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya.
 
"Aku khawatir dengan adanya kasus superflu saat ini, jadi memutuskan untuk melakukan pencegahan dengan vaksin flu sebelum pergi ke luar negeri," ujar Eko Wahyudi.
 
Sementara itu, Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Setiap hari, timnya memantau suhu tubuh pelaku perjalanan di Bandar Udara Internasional Juanda melalui thermal scanner.
 
"Sampai saat ini belum ada indikasi pelaku perjalanan yang terpapar super flu, karena untuk memastikannya perlu dilakukan tes swab. Kriteria melakukan swab adalah jika memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius dan batuk yang berlangsung tidak lebih dari 10 hari," ungkap Rosidi.
 
Rosidi menambahkan bahwa super flu Influenza A (H2N3) subclade K bukanlah varian baru, hanya saja penyebarannya lebih cepat meskipun tidak seganas COVID-19. (KF)

Baca Juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?

Berita Terbaru