Sholat Tarawih di Polrestabes Surabaya Dijaga Ketat

potretkota.com

Potretkota.com - Pasca dua bom meledak, Markas Komando (Mako) Polrestabes Surabaya dijaga ketat. Penjaaan terlihat berlapis, mulai dari dijaga anggota bersenjata lengkap dengan rompi anti peluru, pagar kawat berduri (barrier), dan pengunjung yang mau masuk wajib berhenti sepuluh meter dari jarak pintu masuk gerbang.

Tak terkecuali jamaah yang mau melaksanakan ibadah Tarawih di masjid Polrestabes Surabaya. “Di Masjid ini, selain anggota melakukaan jamaah, biasa juga digunakan masyarakat umum untuk melakukan lima waktu, termasuk sholat Tarawih,” kata Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Umar Patek Dulu Peracik Bom Sekarang Bikin Kopi Rempah

Meski demikian, penjagaan tetap diperketat sampai status siaga satu di kota Surabaya dicabut. “Pemeriksaan dan penggeledahan dilakukan, agar insiden yang sudah terjadi tidak kembali terulang lagi,” terangnya.

Baca juga: Korban Bom Gereja IPDA Ahmad Nurhadi jadi Inspirasi Hari Bhayangkara ke 79

Sementara, Kasubag Humas Polrestabes surabaya, AKP Cinthya Dewi Ariesta, ditemui wartawan mengaku pola pengamanan berbeda dari biasanya. “Kami memberlakukan sistem one gate system (sistem satu pintu). Pertebalan pola pengamanan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan saja,” akunya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Gudang di Margomulyo Permai Digeledah Densus 88

Meski pola pengamanan berlapis, pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kembali normal. “Mereka yang mau mengurus SKCK, atau membuat laporan polisi, SOPnya pengunjung harus mau digeledah seluruh barang bawaannya,” tutupnya. (KF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru