Belajar Budaya Lewat Rasa: Hangatnya Imlek di Dapur Sekolah

potretkota.com
Perayaan Imlek Nation Star Academy.

Potretkota.com - Aroma jahe hangat perlahan memenuhi dapur Nation Star Academy (NSA) Surabaya. Tawa siswa bersahut-sahutan, tangan-tangan kecil sibuk membulatkan adonan, sementara lembaran kulit dumpling dilipat hati-hati. 

Hari itu, Selasa (3/2/2026), perayaan Tahun Baru Imlek di sekolah tersebut tak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang belajar budaya yang nyata, lewat rasa.

Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya

Alih-alih hanya mengenakan busana merah atau menghias kelas dengan lampion, para siswa diajak menyelami budaya Tiongkok melalui pengalaman langsung, yaitu membuat ronde dan dumpling jiaozi, dua sajian khas yang sarat makna dalam tradisi Imlek.

Di sudut dapur, Meisya, siswi kelas 8, tampak fokus membentuk adonan ronde. Sesekali ia tersenyum, bangga melihat bulatan kecil hasil tangannya mengapung di air rebusan.

“Ini pertama kali aku bikin ronde sendiri. Ternyata caranya nggak sesulit yang dibayangkan. Dibentuk bulat, diisi kacang, direbus, lalu disiram kuah jahe,” ujar Meisya antusias.

Pengalaman sederhana itu menjadi lebih bermakna ketika siswa tak hanya diajak memasak, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap hidangan. Guru Mandarin NSA Surabaya, Richard Kuncoro, menjelaskan bahwa ronde bukan sekadar makanan penutup.

Baca juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar

“Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan keluarga. Kuah jahenya yang hangat mencerminkan kehangatan hubungan dan harapan akan kehidupan yang harmonis,” tutur Richard.

Sementara itu, di meja lain, para siswa melipat dumpling jiaozi dengan bentuk setengah bulan. Beberapa lipatan tampak belum rapi, namun tawa dan rasa ingin tahu mengalir tanpa henti. Jiaozi, kata Richard, memiliki simbol keberuntungan yang kuat dalam tradisi Tionghoa.

“Bentuknya menyerupai batang emas kuno. Itu sebabnya jiaozi dipercaya sebagai simbol rezeki, kelimpahan, dan harapan baik di tahun yang baru,” jelasnya.

Baca juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi

Melalui aktivitas memasak bersama, para siswa tak hanya belajar tentang kuliner Imlek, tetapi juga menyerap nilai-nilai universal: kebersamaan, kerja sama, dan doa akan masa depan yang lebih baik. Dapur sekolah pun berubah menjadi ruang dialog budaya, tempat perbedaan dirayakan lewat pengalaman yang menyenangkan.

Bagi Nation Star Academy, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sebagai sekolah multikultural. Menanamkan toleransi dan saling menghargai tak hanya diajarkan lewat teori, tetapi dihadirkan melalui pengalaman langsung yang membekas.

Akhir kegiatan, mangkuk-mangkuk ronde hangat dan jiaozi buatan siswa tersaji di meja. Bukan soal sempurna rasanya, tetapi kebersamaan yang tercipta. Itulah makna Imlek yang sesungguhnya. (KF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru