Adi Sutarwijono: Satpol PP bersikukuh

DPRD Surabaya Protes Bongkar Paksa PKL Cokelat

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Hasil hearing atau dengar pendapat antara SKPD, Satpol PP dan DPRD Surabaya, disepakati tidak ada relokasi terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) Coklat yang berada di Jalan Anggrek Surabaya. Namun, keputusan bersama yang sudah dibuat, ternyata diabaikan Satpol PP Surabaya.

Berdalih melanggar Peraturan Daerah (Perda) Surabaya, tentang ketertiban dan kenyamanan, Satpol PP Surabaya ngotot bongkar lapak PKL Coklat, Kamis (31/10/2019). Penertiban paksa ini tidak ada komentar dari penegak Perda.

Baca Juga: Kopling Sawah, Bisnis Sederhana di Pasuruan Untung Jutaan Rupiah

Menurut Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, pihak Satpol PP terkesan tidak hiraukan keputusan yang sudah disepakati bersama di Komisi B. "Iya, Satpol PP bersikukuh," katanya.

Satpol PP Surabaya yang dikomandani Irvan Widyanto, terkesan melawan ataupun melecehkan institusi DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi B, Anas Karno sangat menyanyangkan penertiban paksa ini.

Baca Juga: Komisi V DPR RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

"Tidak sesuai hearing sama sekali, kita kan menunggu dari pada hasil pembagian stand-stand. Sebenarnya satu atau dua bulan udah selesai, kenapa terburu-buru...? Ada apa ini...!?" tegas Anas, dilokasi saat pembongkaran berlangsung.

Anggota DPRD Surabaya dari PDIP Perjuangan akan melakukan hearing lagi. "Kami akan hearingkan kembali, Inikan masyarakat Surabaya, juga yang dilindungi. Juga mencari nafkah dan juga kemanusiaannya," akunya.

Baca Juga: Satpol PP Kota Pasuruan Surati Warung di Kecamatan Gadingrejo

Anas menanggapi alasan Satpol PP Surabaya, karena PKL menggangu akses jalan ambulance. "Alasan ambulance tidak bisa lewat disini, aneh. Ambulance kan masih bisa lewat jalan sebelah sini. Alasan itu kenapa baru sekarang, padahal ini berdiri sudah hampir 10 tahun," jelasnya.

Sementara salah satu pedagang yaitu Sulistiono hanya bisa pasrah dengan pembongkaran lapak PKL Coklat. "Ya gimana lagi kami hanya pasrah, ini lah kita yang hanya rakyat kecil. Namun saya bangga dengan paguyupan PKL Cokelat, karena kami bukan kalah lari, tapi kami kalah dengan hormat," ucapnya. (SA)

Berita Terbaru