Potretkota.com - Preman tak dikenal datang mengamuk di rumah kontrakan Heri Wicaksono, wartawan yang biasa bertugas di Polrestabes Surabaya, Selasa (1/10/2024). Karena sudah membuat trauma anak dan istrinya, pria yang akrab disapa Boncel ini lalu membuat pengaduan ke kepolisian. Baru diketahui, ternyata preman-preman ini suruhan orang yang dikenalnya, berinisial B.
Heri Boncel mengaku, peristiwa berawal saat ia bersiap bekerja mencari berita. Segerombolan preman tiba-tiba datang kerumahnya mengamuk dan meminta mobil Kia Rio tahun 2015 yang statusnya masih dalam tahap sengketa angsuran.
Baca Juga: Aroma Politik Festival Reog Ponorogo 2026, Kemenangan Kyai Lodra Dicurigai Sudah Skenario
“Preman datang ada yang mengaku media, ada yang mengaku polisi, ini sudah kacau. Kalau wartawan itu cari berita, kalau polisi itu bukan tukang tagih yang menakuti masyarakat. Ada-ada saja mereka ini,” celetuknya, Rabu (9/10/2024).
“Mobil ini saya beli mengangsur pakai uang bukan daun, kok tiba-tiba diminta gratis. Enak saja,” tambah Heri Boncel.
Baca Juga: Nenek Elina Korban Pengosongan Rumah Paksa Mengaku Kehilangan Barang Berharga Senilai Rp5 Miliar
Diakui Heri Boncel, sengaja tidak mengansur mobil kepada seseorang berinisial B karena status pelunasan belum jelas. “Dulu itu kesepakat harga jual Rp80 juta, mobil masuk leasing. Tapi ternyata pembayaran saya tiap bulan hanya untuk membayar utang pribadi. Saya minta bukti angsuran leasing tidak dikasih,” jelasnya.
Tak heran, Bapak tiga anak ini merasa ditipu dengan ulah B yang dinilai bermasalah. “Saya merasa ditipu, saya ini korban kok malah diancam,” imbuhnya.
Baca Juga: Wagub Emil Turun Tangan Redam Blokade Jalan Ponorogo–Pacitan
Dirasa sudah menggangu keluarganya, Heri Boncel lalu membuat pengaduan ke Polrestabes Surabaya, Nomor: LPM/959/X/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. “Sesuai perintah Kapolri memberantas preman, saya berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti,“ pungkasnya. (Hyu)
Editor : Redaksi