Potretkota.com - Rembug Kamtibmas Polres Pasuruan Kota yang juga diikuti Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan PJ Bupati Pasuruan Nurcholis, dan jajaran serta Ketua DPRD Kota Pasuruan M. Toyib, menyatakan kejadian menonjol pada tahun 2024.
Meliputi, laka lantas dengan 240 kasus dan 100 orang meninggal dunia yang didominasi sepeda motor yang dikendarai oleh karyawan perusahaan.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Jatim Ajak Sekolah Ajarkan Siswa Mampu Ubah Sampah Menjadi Berkah
Dihadiri Kepala Desa serta Lurah di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota yang meliputi 4 Kecamatan di Kota Pasuruan yakni Panggungrejo, Bugul Kidul, Purworejo dan Gadingrejo serta 6 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan yakni Kraton, Pohjentrek, Gondang Wetan, Grati, Nguling dan Lekok, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom mengatakan, rata-rata kejadian laka lantas di jam pulang kerja.
Selain itu, menurut Kapolres kejadian menonjol pada tahun 2024 yakni kasus Curat (pencurian disertai pemberatan), Curas (pencurian dengan kekerasan), Narkoba dan kasus penipuan serta gangguan kambtibmas lainya.
Baca Juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
"Untuk kasus narkoba dan penipuan terbesar di kecamatan Gadingrejo dan terkecil di kecamatan Pohjentrek," terang Davis Busin Siswara.
Dalam kesempatan ini, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara juga berpesan agar masyarakat tidak gampang terbujuk oleh ajakan maupun rayuan terkait pengadaan progam makan siang gratis dari BGN.
Baca Juga: Teror Penghapusan Berita Digital Jadi Sorotan, Praktisi Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
"Masyarakat jangan mudah terbujuk. Dan atas koordinasi yang baik antara TNI dan Polri kami kemarin mengamankan sejumlah orang yang menjanjikan tender dari BGN dan dalam hasil penyidikan diduga penipuan," tutupnya. (dyt)
Editor : Redaksi