Potretkota.com - Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sahat Tua Parlindungan Simandjuntak Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) Desember tahun 2022 lalu, banyak daftar pokir Kusnadi yang hilang.
Karena banyak yang hilang, tak heran Kusnadi selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) periode 2019-2024 menuai protes. Bahkan, sempat diancam clurit oleh orang yang sudah memberi ijon hibah pokok-pokok pikiran (pokir).
Baca Juga: GPRB Minta KPK Usut Aktor di Balik Hilangnya Data Pokir DPRD Jatim
Hal itu disampaikan Rendra Wahyu Kurniawan, staf administrasi yang dipercaya Fujika Senna Oktavia istri siri almarhum Kusnadi, Kamis (5/2/2026) lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.
“Setelah OTT Pak Sahat, banyak proposal yang sebelumnya sudah masuk ke Bapak Kusnadi tiba-tiba hilang. Akibatnya Pak Kus marah, termasuk kepada Pak Yasin, karena anggaran untuk proposal-proposal itu sebelumnya sudah diplot,” ungkap Rendra.
“Meraka sudah bayar tapi tidak dapat. Makanya Pak Kusnadi pernah dibawakan clurit,” tambah Rendra.
Baca Juga: Kisah Cinta Istri Siri Kusnadi Terbongkar Lagi, Fujika Biayai Selingkuhan Pakai Dana Hibah
Menurut Rendra, kondisi hilangnya daftar pokir tersebut membuat Kusnadi merasa tidak nyaman terhadap para koordinator lapangan (korlap) yang telah mengajukan proposal.
Saat ditanya penyebab hilangnya data tersebut, Rendra mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pria asal Tulungagung ini juga tidak mengetahui apakah ada perintah dari pihak tertentu.
“Kenapa bisa hilang, saya tidak tahu. Apakah atas perintah Bu Gub (Khofifah), saya juga tidak tahu. Saya tidak tahu siapa yang bisa memberi perintah kepada Pak Yasin di Bappeda,” katanya.
Rendra tidak berani menyimpulkan atau menuduh apakah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terlibat menghilangkan data pokir yang ada di eksekutif. “Siapa lagi yang berani member perintah Pak Yasin Bappeda, asumsikan sendiri,” tambahnya.
Baca Juga: Polisi Periksa Armuji Wawali Surabaya dan Musyafak DPRD Jatim
Diakui Rendra Wahyu Kurniawan, jatah pokir tidak hanya masuk legislatif DPRD Jatim tapi juga eksekutif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. (ASB)
Editor : Redaksi