Potretkota.com - Kelangkaan LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram dikeluhkan warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dalam hampir satu bulan terakhir. Kondisi ini terjadi pasca penggerebekan dugaan kasus LPG oplosan oleh Mabes Polri di wilayah Bangil yang hingga kini belum ada rilisnya.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga sesuai ketentuan. Jika pun tersedia, harga jual di tingkat pengecer melonjak hingga Rp25.000 per tabung.
Baca Juga: Dugaan Setoran ke Oknum APH Mencuat di Kasus LPG Bangil
“Sudah hampir satu bulan ini LPG jarang ada, dan kalaupun ada di toko kelontong dijual sampai Rp25.000,” ujar Rupiati, warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Selasa (24/2/2026).
Rupiati yang tinggal di sekitar Dusun Kebon itu mengaku harus berjalan kaki sejauh ratusan meter demi mendapatkan LPG bersubsidi. Namun, harga di pangkalan pun dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
“Di sini kalau di pangkalan harganya Rp20.000. Tidak ada yang harga Rp16.000,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di Jawa Timur telah diatur melalui surat edaran Gubernur Jawa Timur sebesar Rp16.000 per tabung di tingkat pangkalan resmi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan harga kerap melampaui ketentuan tersebut.
Baca Juga: Hakim Tipikor Putus Dua Kepala PKBM asal Pasuruan Korupsi
Selain mahal, LPG 3 kilogram juga disebut sering menghilang dari pangkalan resmi di wilayah Bangil dan sekitarnya. Kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Hiswana Migas wilayah Malang Raya, Dwi Hardono, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait kelangkaan dan kenaikan harga tersebut.
Sementara itu, belum terlihat adanya langkah konkret seperti operasi pasar maupun inspeksi mendadak (sidak) dari pihak PT Pertamina selaku pemasok LPG bersubsidi, yang biasanya menggandeng Hiswana Migas dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: Bareskrim Polri Didesak Tuntaskan Kasus LPG Oplosan di Bangil
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan dan harga LPG di pasaran.
“Harapannya bisa mendapatkan LPG dengan harga normal Rp16.000 atau di bawah Rp20.000,” pungkas Rupiati. (dyt)
Editor : Redaksi