Potretkota.com - Musibah datang ketika Damar, seorang kurir pengantar makanan, tengah mencari nafkah. Saat mengantarkan pesanan pelanggan pada Selasa (28/7/2026) malam, rumahnya di Jalan Mleto Nomor 38, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, justru dilalap api hingga nyaris rata dengan tanah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu sontak mengundang kepanikan warga. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah dua lantai berukuran sekitar 6 x 12 meter. Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.
Baca Juga: Motor Terbakar hingga Sambar Instalasi Kabel Internet
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. "Begitu ada laporan kebakaran di Mleto, teman-teman langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Yang terbakar satu bangunan rumah berukuran kurang lebih 6 x 12 meter yang digunakan sebagai hunian," ujarnya.
Menurutnya, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Kepulan asap pekat terjebak di salah satu ruangan yang minim ventilasi sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api. "Kesulitannya karena ada tangga dan satu ruangan yang cukup tertutup, sehingga asap tidak bisa keluar akibat sirkulasi udaranya kurang," jelasnya.
Meski demikian, api berhasil dipadamkan tanpa menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Seluruh penghuni rumah dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Nenek dan Cucu Tewas dalam Kebakaran Rumah Servis Motor
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. DPKP belum dapat memastikan sumber api dan menyerahkan proses pengungkapan penyebab kebakaran kepada Tim Inafis Polrestabes Surabaya. "Sementara kami belum bisa memastikan penyebabnya. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inafis," kata Laksita.
Sementara, Sumah warga sekitar mengaku pertama kali mengetahui kejadian saat api telah membumbung tinggi hingga ke bagian atas rumah. Ia menyebut pemilik rumah sedang bekerja sebagai kurir pengantar makanan sehingga rumah dalam keadaan kosong.
"Saya tahunya api sudah besar sampai ke atas. Orangnya sedang keluar mengantar makanan, jadi rumah memang sedang ditinggal," tuturnya.
Baca Juga: Duka Mendalam Akibat Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo
Sumah mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan adanya korsleting listrik, menurutnya, masih sebatas perkiraan dan harus dibuktikan melalui hasil penyelidikan aparat.
Hingga proses pendinginan selesai dilakukan, petugas memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Polisi bersama Tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (KF)
Editor : Redaksi