Potretkota.com - Nama Joko Jumput banyak multi tafsir dikenal orang sebagai perintis cikal bakal Kota Surabaya. Namanya mungkin dikenal ratusan tahun lalu. Namun makamnya baru ditemukan masyarakat sekitar tahun 80an.
Meski banyak yang mengenalnya, namun di makam Joko Jumput jarang terlihat peziarah datang. Hal itu tampak menjelang 1 suro, yang jatuh pada hari Kamis 20 Agustus 2020.
Baca juga: Lentera Bernyanyi dan Bunga Artificial Tren Dekorasi Idul Fitri
Dilokasi makam, menurut Farid Faisa anak Kusnandar, juru kunci Joko Jumput, setiap suro sepi peziarah, entah kenapa? Menurutnya, peziarah kebanyakan datang dari luar kota, bukan Surabaya.
"Ya kondisinya begini, biasa saja, tidak pernah ramai," kata Farid, Rabu (19/8/2020).
Baca juga: Pelindo Regional 3 Bantu 85 Lebih Ekor Sapi Kurban
Padahal, makam Joko Jumput letaknya sangat strategis berada di nol jalan raya kawasan Praban tengah kota Surabaya. Lokasinya diapit oleh gedung-gedung bertingkat, tak seperti makam Sunan Ampel ataupun Mbah Bungkul.
Memang, setiap harinya makam Joko Jumput terkunci. Tapi, untuk masuk di makam, tidaklah susah. Peziarah dapat mencari juru kunci dikampung Pramban Wetan yang tak jauh dari makam.
Baca juga: Jangan Paksakan Kurban di Tengah Wabah PMK
Didalam makam ukuran 2x3 meter, Joko Jumput tidak sendirian. Almarhum ditemani istrinya Putri Purbowati, anak raja pertama Surabaya Adipati Jayengkrono. Selain itu ada makam ibu Joko Jumput dan makam mbok Rondo Prabankinco. (Hyu)
Editor : Redaksi