Potretkota.com - Sugianto anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mempunyai kisah tersendiri. Warga asal Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, ini sebelumnya bekerja sebagai jasa konsultan dan menjadi peternak burung murai batu.
Dalam perjalanan awal, pekerjaan sebagai jasa konsultan ternyata sepi job tidak seperti yang dipikirkan. Sugianto pun banting setir ingin memiliki ternak burung murai batu. Karena saat itu, nilai jual burung murai batu dimasyarakan tinggi.
Baca juga: Davos 2026: Dunia Tanpa Aturan dan Normalisasi Kekuasaan
Menurut Sugianto, awal hobi merawat burung kicauan diterjuni tahun 2010 yang kemudian pada tahun 2012 ikut lomba. Karena telaten, peliharaan kader Partai PDI Perjuangan sering mendapat juara. "Dari situ, saya mulai semangat," katanya.
Baca juga: Sri Mulyani dan Tarian Diplomasi di Atas Panggung Filantrokapitalisme
Karena sering menang lomba, pada tahun 2018 tiba-tiba Sugianto memiliki ide yaitu bisnis ternak burung murai batu. "Saya lalu membeli indukan sepasang burung murai batu. Kemudian mengembangbiakan dan berhasil. Dalam satu bulan sepasang burung murai batu jika dikawainkan dapat beranak antara 2 sampai 4 ekor. Sedangkan, dirumah saya sudah memiliki enam kandang dari masing-masing sepasang burung murai. Jika anakan burung itu dijual seusia 2 bulan laku sampai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," jelasnya.
Meski menjadi anggota DPRD, Sugianto tidak meninggalkan usaha sampingannya. "Saya kemarin saja untuk anakan burung murai batu laku 30 ekor. Dari sini dapat dibayangkan dari 30 ekor dikali harga terendah Rp 1,5 juta dapat berapa? Dam jika banyak burung lebih dapat meraup ratusan juta. Ternyata bisnis burung murai batu menggiurkan kalau ditekuni dan alhamdulillah sampai saat ini harga burung murai batu stabil," tambahnya.
Baca juga: APBN 2026, Kedaulatan Energi dan Jalan Tengah Bernama PPPP
Mengenai cara merawatnya, disebut Sugianto sebenarnya mudah. "Kalau dari awal memang susah. Dan semua itu ada tekniknya, yang penting pastikan awal burung murai batu masuk kandang upayakan aman, jangan sampai bertengkar. Kemudian kasih makan yang teratur," tandasnya. Kalau sudah pengalaman enak," pungkasnya. (Mat)
Editor : Redaksi