Potrekota.com - Belum seminggu korban minuman keras (miras) oplosan bertambah lagi di Rs Dr Soetomo Surabaya. Hingga sampai saat ini puluhan korban yang terdeteksi karena miras oplosan masih dalam penanganan rawat inap.
Informasi tersebut dinyatakan oleh Kepala Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr. Pesta Parulian Maurid Edwar Sp.An. "Yang terhitung di RSUD Dr Soetomo Surabaya korban miras total 23 korban," katanya, pada Potretkota.com saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rabu (25/4/2018) sore.
Baca juga: Oplos LPG di Sidoarjo: Modal Rp80 Ribu Untung hingga Rp160 Ribu
Menurut Pesta, yang menjadi korban miras rata-rata dari warga Surabaya. Korban yang meninggal ada 7 korban warga Surabaya dan 1 korban asal Pasuruan diantaranya Pramuji (51), Rio (21), Soegeng (51), Gre (22), Dedik (15), Wawan (36), Ashar (38), Catur Susila (63) asal Pasuruan.
Baca juga: Wagub Jatim Sidak Ketersediaan LPG Bersubsidi di Pasuruan
Sementara korban miras yang masih dalam rawat inap diantaranya yaitu Sulaiman (49), Wimpi (40), Gunadi (52), Nova (34), Wahyu (22), Kiki (33), Susanto (49), Rizal (18), Ali (30), Peterle (29), Robert (27), Manding (34), Badrus (34), Yoyok (51) dan Eko (19) asal Tuban.
"Korban miras yang meninggal 8 orang, yang kami rawat ada 15 pasien korban miras, termasuk 3 pasien yang barusan datang ini. Dari 15 pasien rawat inap tersebut, sudah 3 pasien yang kami pulangkan karena sudah membaik," terang Pesta.
Baca juga: Dua Tahun Beroperasi, Polisi Tangkap Pengoplos LPG Subsidi
Korban tersebut bukan termasuk 3 korban asal Pacar Keling gg 4 Surabaya, yakni Totok Pramuji (48), Wahyudi (52), dan Samsul hidayat (28), sehingga sampai saat ini data yang terdeteksi total ada 26 korban miras oplosan. (SA)
Editor : Redaksi