Wakil Ketua DPRD Surabaya Kunjungi Korban Waterslide Ambrol

potretkota.com
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti saat kunjungi korban waterslide Kenjeran ambrol.

Potretkota.com - Guna memastikan korban kecelakaan wahana permainan Kenpark Kenjeran tertangani dengan baik di RSUD, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti kunjungi korban di RSUD Soewandi.

Selain itu Reni mendoakan agar para korban lekas sembuh dan menenangkan keluarga korban agar tidak memikirkan biaya perawatan hingga sembuh.

"Keluarga korban jangan dikenai biaya sepeserpun hingga benar-benar dinyatakan sembuh secara medis, baik yang 8 korban, yang di RSUD Soewandhi maupun 8 korban yang di RSUD Soetomo, pengelola Kenpark harus bertanggung jawab," ungkap Reni Astuti singkat di sela-sela kunjungi korban di RSUD Soewandi, (7/5) petang.

Peristiwa berdarah di wahana bermain itu setelah belasan pengunjung terjatuh dari wahana perosotan (seluncuran) setinggi 10 meter pada Sabtu (7/5). 

Kepala BPBD Kepala BPBD Surabaya Ridwan Mubarun saat dikonfirmasi menyebut ada 16 korban luka dalam insiden yang terjadi pukul 13.49 WIB itu. "Kita mengerahkan 6 mobil ambulans. 8 orang dilarikan ke RSUD Dr Suwandi, sedangkan 8 orang lagi dilarikan ke RSUD Dr Soetomo," jelasnya. 

Ridwan menambahkan para korban tersebut mengalami luka di kaki dan tangan. "Namun ada 2 korban mengalami luka di kepala yang cukup parah. Para korban ini sudah ditemani keluarganya masing-masing di rumah sakit," imbuhnya. 

Mantan Camat Tambaksari ini mengatakan, dari informasi petugas di lapangan, insiden tersebut terjadi karena prosotan dalam kondisi lapuk. Sehingga fiber prosotan lepas dan jatuh.

"Kan sudah 2 tahun tidak digunakan ketika pandemi. Sebenarnya sudah dilarang tidak menggunakan prosotan. Namun mungkin karena pengawasan yang kurang jadinya ada pengunjung yang lolos menggunakan perosotan itu," ujarnya. 

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, penanganan lebih lanjut sudah dilakukan pihak kepolisian. "Lokasi sudah steril, pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Sedangkan tugas BPBD mengevakuasi untuk menyelamatkan korban," pungkasnya.(Mar)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru