Potretkota.com - Gabungan mahasiswa aliansi yang hanya berjumlah sekitar 80 orang menggelar aksi penolakan RKUHP yang memuat pasal-pasal problematik. Aksi demo mahasiswa ini diawali dengan mengatakan selamat ulang tahun kepada Presiden Joko Widodo ke-61 yang tepat pada tanggal 21 Juni hari ini.
Ketua BEM UI, Bayu Satrio mengatakan, aksi demo puluhan mahasiswa di Patung Kuda Jakarta Pusat kali ini adalah bentuk penolakan masyarakat terkait adanya isu pengesahan RKUHP. "Aksi simbolik ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita agar naskah RKUHP segera ditolak demi kepentingan masyarakat," ujar Bayu di Patung Kuda Jakarta Pusat, Selasa (21/06/2022).
Baca juga: BEM FH UNTAG Surabaya Gelar Mimbar Bebas “Demokrasi 4.0”
Bayu menjelaskan, aksi ini tidak terbatas diikuti oleh mahasiswa UI saja melainkan bersama unsur lain juga yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP. Bayu mengatakan nantinya massa mahasiswa akan memberikan hadiah ulang tahun kepada Presiden Joko Widodo berupa 'Somasi RKUHP'.
Baca juga: Mahasiswa Pasuruan Raya Desak Penegakan HAM dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Sementara surat somasi kepada presiden tersebut berisikan pernyataan sikap yang memuat desakan membuka draf RKUHP terbaru, bukan draf RKUHP tahun 2019 sebagaimana yang sekarang telah beredar. "Hadiah ulang tahun Presiden Jokowi: Somasi RKUHP," ujarnya.
Dalam demo ini, massa yang seluruhnya adalah mahasiswa menyinggung pasal-pasal problematik dalam RKUHP berupa living law, soal pidana mati, contempt of court, penyerangan harkat dan martabat presiden, aborsi, hate speech, kohabitasi, pidana untuk demonstrasi tanpa pemberitahuan, dan juga penghinaan secara terbuka atau tidak, terhadap penguasa.
Baca juga: Apotek Pendidikan di Surabaya Ubah Paradigma Layanan Kefarmasian
Demo kali ini puluhan mahasiswa berorasi agar Presiden dan DPR membuka draf RKUHP dalam waktu 7 x 24 jam. Mahasiwa mengancam jika 'somasi' ini tidak dihiraukan, maka mereka akan menggelar demonstrasi besar berikutnya. (Robby)
Editor : Redaksi