Warga Kalimantan Utara Diterkam Buaya Meningkat

potretkota.com
Pencarian Samsul oleh Basarnas Tarakan

Potretkota.com - Memasuki hari kedua, upaya pencarian Samsul (45) nelayan asal Kabupaten Tana Tidung, masih dilakukan tim sar gabungan. Berdasarkan laporan warga, kuat dugaan Samsul hilang akibat diterkam buaya.

Samsul awalnya dilaporkan hilang saat menjala ikan di Sungai Pangkalan Adimitra Nunukan pada Kamis (21/7/2022) kemarin, lantaran warga menemukan perahu kayu yang digunakan korban untuk menjala ikan, telah dalam kondisi kosong.

Baca juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak

Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Syahril mengatakan dihari kedua ini, tim sar gabungan menerima laporan masyarakat bahwa kuat dugaan korban yang dilaporkan hilang saat menjala ikan di Sungai Pangkalan Adimitra Nunukan ini akibat diterkam buaya.

"Jadi, tadi pagi saat kita briefing sebelum melanjutkan upaya pencarian korban, kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa kemungkinan korban ini hilang akibat diterkam buaya saat tengah menjala ikan," kata Syahril saat ditemui awak media di halaman Kantor Basarnas Tarakan.

Menurutnya, di area tersebut memang menjadi kawasan dari habibat buaya muara, sehingga di sepanjang aliran sungai tersebut, kerap terlihat aktifitas buaya muara yang tengah berjemur. "Di daerah situ kan memang masih menjadi tempatnya buaya muara, jadi memang disitu habitat buaya muara, sehingga kemungkinan korban ditekam oleh buaya saat menjala ikan, bisa saja benar," kata Syahril.

Baca juga: Mayat Kedua Pencari Ikan asal Blora yang Tenggelam di Sungai Brantas Akhirnya Ditemukan

Selain itu, kasus warga diterkam buaya di wilayah Kalimantan Utara selama beberapa bulan terakhir memang semakin meningkat. "Iya berdasarkan data kami, jumlah kasus warga yang diterkam buaya di wilayah Kalimantan Utara memang semakin meningkat, karena memang di wilayah kami ini kan masih banyak sungai, baik sungai besar atau pun sungai kecil, yang memang menjadi rumah atau tempat tinggalnya dari buaya muara," tutur Syahril.

Kendati demikian, Syahril menjelaskan upaya pencarian korban di hari kedua ini tetap akan terus kembali dilanjutkan, dengan luas area pencarian mencapai lebih dari 20 nautical mile, dengan mengerahkan 1 armada kapal KN Seta milik Basarnas, serta sejumlah perahu karet milik BPBD Nunukan dan juga TNI-Polri.

Baca juga: Pencari Ikan asal Blora Tewas Tenggelam di Sungai Brantas

"Jadi dihari kedua ini kami melanjutkan upaya pencarian korban atas nama Samsul ini dengan luas area atau search area yang lebih luas daripada hari pertama kemarin, yakni mencapai lebih dari 20 nautical mile. Dan di hari kedua ini, kami masih akan mengerahkan 1 armada kapal KN Seta, untuk mempermudah upaya penyisiran di sepanjang aliran sungai." imbuh Syahril.

Rencananya, upaya pencarian dan penyisiran ini akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan. "Sesuai SOP kami, upaya pencarian korban akan kami lakukan selam 7 hari" tutup Syahril. (Iqbal)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru