Potretkota.com - Kedua kalinya, setelah mengawal Presiden Joko Widodo pasca ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, 13 Mei 2018 lalu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dan Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D kembali mendatangi Polrestabes Surabaya.
Kali ini, kedatanganya tak lain Safari Ramadhan 2018, bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jatim dan Surabaya. Dalam kesempatan yang ada, Panglima TNI dan Kapolri menganugerahi kenaikan pangkat luar biasa terhadap 8 anggota Polrestabes Surabaya, yang berjasa dalam serangan teror bom bunuh diri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Umar Patek Dulu Peracik Bom Sekarang Bikin Kopi Rempah
Menurut Tito, jaringan teroris di Surabaya tergolong langka, dan menjadi fenomena baru dimana pelaku bom bunuh diri melakukan pengeboman dengan melibatkan keluarga termasuk anak-anak di bawah umur.
Baca juga: Fun Run Kodim 0819 Pasuruan Berhadiah Umroh
“Semua rangkaian pengeboman di kota Surabaya berhasil diungkap secara cepat oleh pihak kepolisian, karena para pelaku teroris tidak menyembunyikan identitasnya,” kata Tito didampingi Hadi Tjahjanto, Kamis (31/5/2018).
Pasca bom bunuh diri di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya, Polri melalui Densus 88 menagkap puluhan terduga teroris di Jawa Timur. “Hingga saat ini ada 41 orang terduga teroris yang ditangkap, 4 orang tewas karena melawan,” aku Tito.
Baca juga: Ian Firstian Aldhi Raih Gelar Doktor dari Universitas Airlangga dengan Disertasi Smart City Surabaya
Total, Densus 88 menjaring terduga teroris dari seluruh indonesia 88 orang. “Hingga saat ini polisi masih terus memburu para teroris,” pungkas Tito. (Kf)
Editor : Redaksi