Mulyono: Operasi Yustisi di Wonokromo Bergantian

potretkota.com

Potretkota.com - Ledakan bom yang ditimbulkan oleh terduga teroris baru-baru ini menghantui Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya. Tidak ingin kecolongan kembali, Pemerintah Kota Surabaya, TNI dan Polri melakukan razia yustisi.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Kota Surabaya Joko Wiyono pada Potretkota.com mengaku, kali ini sasarannya kos-kosan dikawasan Jl. Gunungsari Kelurahan Sawunggaling. “Razia bertujuan untuk pendataan KTP atau indentitas lainnya,” katanya, Senin (9/7/2018).

Baca juga: Umar Patek Dulu Peracik Bom Sekarang Bikin Kopi Rempah

Tujuan lain mengantisipasi pendatang baru yang tidak jelas, Satpol PP Kota Surabaya didampingi TNI, Polri dan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wonokromo yakni antisipasi terorisme guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Baca juga: Korban Bom Gereja IPDA Ahmad Nurhadi jadi Inspirasi Hari Bhayangkara ke 79

Joko menghimbau kepada penghuni maupun pemilik kos, agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan masyarakat setempat. “Kalau baru tinggal di Surabaya, segera lapor ke oleh RT ataupun RW,” tutupnya.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Wonokromo Sri Indra Mulyono pada wartawan mengaku, razia yustisi ini berdasar intruksi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang tidak ingin lagi kecolongan bom seperti kejadian pada tanggal 13-14 Mei 2018.

Baca juga: Gudang di Margomulyo Permai Digeledah Densus 88

“Nanti razia atau operasi yustisi terus dilakukan secara bergantian,” tutup pria kelahiran Sukabumi 1969 ini. (Tio)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru