Hari Peduli Sampah Nasional

Pelajar SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya Ikuti Pembuatan Eco Enzyme

potretkota.com
Pelajar SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya mengikuti pembuatan Eco Enzyme dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2024.

Potretkota.com – Ratusan pelajar SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya dari kelas 7, 8, dan 9 mengikuti pembuatan Eco Enzyme (EE), Rabu, (21/02/2024). Kegiatan pembuatan EE ini sendiri diadakan pihak sekolah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari di setiap tahunnya.

Kepala sekolah SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya, Margareta Fitri Agustina mengatakan, EE adalah hasil fermentasi limbah organik dapur yang diolah menjadi bahan yang mempunyai banyak manfaat untuk alam dan manusia. Kegiatan membuat EE ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada pelajar SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya.

Baca juga: Reuni Alumni Lintas Angkatan SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya

“Bahwa dengan membuat Eco Enzym mereka ikut dalam pelestarian lingkungan dengan cara mengolah sebagian besar sampah, dan membantu mengurangi beban sampah di tempat pembuangan akhir. Kegiatan tersebut siswa-siswi dibagi jadi beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh beberapa guru pendamping,” kata Margareta.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat EE, menurut Margareta sangat mudah yaitu gula merah 800 gram, sisa buah atau sayuran 2.400 gram dan air 8 liter untuk per kelompok. Sisa buah dan sayuran yang dibawa para pelajar sangat bervariasi, mulai dari kulit buah pisang, pepaya, semangka, pir, apel, timun juga sisa sayuran seperti sawi, kangkung, kol, bayam dan wortel.

Selain mengungkap bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan EE, Margareta juga mengurai cara pembuatannya. Langkah pertama, para pelajar diarahkan untuk memasukkan air ke dalam wadah atau galon sebanyak 8 liter. Kemudian gula ditimbang dan dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air tersebut kemudian diaduk sampai gula larut.

Baca juga: SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya Gelar LDKS

“Selanjutnya, sisa buah dan sayuran yang telah ditimbang juga dimasukkan ke dalam wadah, dan wadah ditutup rapat lalu di beri tabel keterangan tanggal karena Eco Enzyme bisa dipanen setelah 90 hari setelah tanggal tersebut,” terang Margareta.

Setelah jadi Eco Enzyme dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai pembersih lantai, detergen, karbol, pasta gigi, campuran shampo dan sabun mandi. Selama pembuatan Eco Enzyme tersebut terlihat para pelajar sangat antusias dari awal sampai akhir. Margareta menegaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya.

Baca juga: SMP Santo Yosef Tarakanita dan Sejumlah SDN di Surabaya Gelar Rekoleksi

Kegiatan pembuatan Eco Enzyme ini secara serentak dilakukan di Tarakanita Nasional dengan target 22.000 Liter Eco Enzyme. Tarakanita wilayah Surabaya akan menyumbangkan 2.974 liter dari tingkat TK – SMA Sekolah Tarakanita Surabaya. Giselle Dyane Hosen, pelajar kelas 8 A SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya mengaku senang mengikuti pembuatan EE.

“Aksi nyata ini sangat menarik dan baru pertama kali diadakan secara serentak seluruh Sekolah Tarakanita Nasional serta meningkatkan rasa cinta kami untuk Bumi Pertiwi dengan mengurangi sampah rumah tangga,” tukas Giselle. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru