Potretkota.com - Pengabdian selama 32 tahun sebagai petugas kebersihan atau cleaning service di kampus Muhammadiyah Jember, menjadi kisah tersendiri bagi Suwito. Pria 67 tahun ini, sejak antri tahun 2010, tahun ini ikut berangkat ke tanah suci bersama kloter 8 asal Jember.
“Ahamdulillah... Saya bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun ini,” kata Suwito pada wartawan, Minggu (22/7/2018).
Baca juga: Davos 2026: Dunia Tanpa Aturan dan Normalisasi Kekuasaan
Menurut Suwito, persiapan fisik dan menjaga kesehatan sudah dilakukan sejak di rumahnya. Di tanah suci nanti dirinya akan berdoa untuk keluarga, bangsa, umat muslim dan lembaga yang telah memberangkatkan dirinya berhaji.
Baca juga: Sri Mulyani dan Tarian Diplomasi di Atas Panggung Filantrokapitalisme
Suwito sama sekali ta menyangka, sebab upah sebagai petugas kebersihan atau cleaning service hanya bisa digunakan untuk membiayai hidup istri dan ketiga anaknya. Namun siapa sangka, doa yang tak pernah putus dan masa pengabdian selama 32 tahun lebih sebagai cleaning service berbuah manis, yakni pihak kampus memberikan hadiah berupa naik haji pada tahun 2010 lalu.
Baca juga: APBN 2026, Kedaulatan Energi dan Jalan Tengah Bernama PPPP
Kisah Suwito ini membuktikan bahwa didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Apabila kita sudah niat dan gigih berusaha, maka bukan tidak mungkin apa yang sudah diimpikan sejak lama pergi ke tanah suci bisa terwujud, meski pekerjaannya hanya seorang cleaning service. (Jar)
Editor : Redaksi