Pendapatan Menurun, Komisi C DPRD Jatim Siap Genjot PAD 2025

potretkota.com
Adam Rusydi SPd

Potretkota.com - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 menurun hingga Rp5 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Hikmah Bafaqif, M.Pd anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, pendapatan daerah tahun anggaran 2025, mengalami penurunan mencapai Rp5.980.995.113.000.

Baca juga: BAP Kusnadi Sebut Khofifah dan Emil Terima Fee Hibah 30 Persen

"Besarnya penurunan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025 memang karena pemberlakuan kebijakan opsen PKB dan opsen BBNKB yang berakibat terhadap penurunan penerimaan PKB dan BBNKB sebesar 4 triliun 290 miliar 554 juta 988 ribu 264 rupiah," kata Hikmah saat paripurna berlangsung, Rabu (30/10/2024).

"Memperhatikan penyampaian Nota Gubernur Jawa Timur tanggal 26Oktober 2024 tentang besaran angkaPendapatan Daerah dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025,maka Rancangan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 akan mengalami Defisit Anggaran sebesar 1 triliun 499 miliar 395 juta 748 ribu 611 rupiah yang akan ditutup melalui pembiayaan Netto yaitu selisih antara Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan daerah," tambah Hikmah.

Baca juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!

Mendapati hal ini, Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd akan bertindak untuk memperbaiki pendapatan Jawa Timur, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Semua bertujuan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah tahun 2025. 

"Kami nanti akan meminta pada BUMD masterplan bisnis mereka terkait kedepan ini bagaimana. Jadi tidak hanya bicara binsis untung rugi, tapi target mereka kedepan," ujarnya.

Baca juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar

Jika ada BUMD mati suri, pihaknya tidak segan menyarakan agar menutup usahanya. "Ketika dalam menyampaikan masterplan itu kan nanti kelihatan keseriusan BUMD untuk mengembangkan usaha sampai sejauh mana. Ketika kami anggap tidak serius tutup saja, dari pada pemborosan anggaran saja," pungkas Adam Rusydi. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru