Potretkota.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, harga cabai rawit di pasaran meroket. Namun, warga di kawasan Jalan Semolowaru Elok, Surabaya, memiliki solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini, menanam cabai untuk dijual sachet.
Fatimah dari Kelompok Tani Elok Mekarsari ini memanfaatkan lahan kosong disekitar rumahnya untuk urban farming. Mereka menanam cabai rawit yang kemudian dikemas dalam bentuk sachet dan dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
"Ini adalah cara kami untuk meringankan beban warga di tengah harga cabai yang tinggi," ujar Fatimah kepada wartawan, Senin (23/12/2024).
"Satu sachet berisi 10 cabai rawit, dijual dengan harga Rp2.000 saja," imbuh Fatimah.
Baca juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar
Sementara itu, Yanti salah satu warga yang membeli cabai sachet, merasa terbantu dengan inisiatif ini. "Harga Rp2.000 per sachet sangat murah, dibandingkan harga cabai di pasaran yang mencapai Rp52.000 per kilogram. Ini sangat membantu kami untuk menghemat pengeluaran," ungkapnya.
Baca juga: Kapolres Pimpin Doa Aksi Unjuk Rasa Petani Desa Sumberanyar
Tak hanya ibu rumah tangga, para bapak pun tak ketinggalan untuk memborong cabai sachet. "Saya sengaja datang ke sini untuk membeli cabai sachet, karena harganya lebih murah dan kualitasnya bagus," ujar Musafak salah seorang pembeli.
Selain cabai rawit, lahan urban farming ini juga ditanami berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti tomat, terong, kacang panjang, timun, kangkung, kelengkeng, hingga buah anggur. (KF)
Editor : Redaksi