Potretkota.com - Hari pertama pemberlakuan harga baru, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah Malang Raya melakukan pemantauan dan pengecekan di pangkalan LPG bersubsidi 3 kilogram di Kota Pasuruan, Rabu (15/1/2024).
Ketua Hiswana Migas Malang Raya Rizal Pahlevi mengatakan, sesuai Keputusan Gubenur Jawa Timur harganya satuan LPG bersubsidi 3 kilogram dari Rp16.000 naik menjadi Rp18.000.
Baca juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
"Alhamdulilah stock masih aman dan permintaan dari masyarakat masih stabil seperti saat harganya belum naik," kata Rizal didampingi Dwi Hardono Wakil Ketua 1 Hiswana Migas Malang Raya.
Baca juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke pangkalan LPG dan penjual. "Beberapa hari sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi ke pangkalan LPG dan penjual di pangkalan meneruskannya ke konsumen langsung maupun toko kelontong yang menjadi langganan mereka. "Kalau di pangkalan resmi harganya sesuai HET. Namun kalau di toko kelontong maupun bukan pangkalan resmi ya harganya ada selisih sedikit lebih mahal," imbuh Dwi Hardono.
Baca juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat
Sukriyah, salah satu konsumen yang mengetahui harganya naik memilih membeli langsung ke pangkalan resmi dengan membawa beberapa tabung. "Saya membeli di pangkalan resmi karena harganya lebih murah kalau di toko kelontong bisa Rp20.000 bahkan ada yang lebih mahal," ujarnya. (dyt)
Editor : Redaksi