Potretkota.com - Hiburan malam Casbar yang berdiri sejak pertengahan tahun 2025 di kawasan Merr, Jalan Baruk Utara, Surabaya, tengah menjadi sorotan warga Perumahan Pondok Nirwana. Keberadaan tempat tersebut dipersoalkan karena dinilai menimbulkan kebisingan, dianggap sebagai tempat maksiat, serta menjual minuman beralkohol.
Protes warga memuncak ketika sekelompok orang, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu, mendatangi lokasi dan berupaya menghentikan operasional Casbar. Awalnya, keluhan warga berfokus pada masalah kebisingan. Namun, seiring waktu, tuntutan berkembang hingga meminta tempat usaha tersebut ditutup sepenuhnya.
Baca juga: Gion Spa Disidak Buntut Kasus Eksploitasi Anak di Bawah Umur
Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen Casbar melalui tim hukumnya, Mulyanto membantah berbagai tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak pengelola, di bawah PT Hacy Maju Bersama, telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak kebisingan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan warga, namun tidak pernah digubris. Kami juga menawarkan uji kebisingan bersama, tetapi tidak mendapat respons,” jelas Mulyanto, Sabtu (26/4/2026) dengan menunjukkan bukti-buktinya.
Hal senada disampaikan oleh Humas Casbar, Sandy Reppy. Ia menjelaskan bahwa sejak munculnya keluhan, pihak manajemen telah melakukan sejumlah perbaikan, seperti mengurangi penggunaan subwoofer serta memasang peredam suara ganda di beberapa titik bangunan.
Baca juga: Dugaan Korupsi Jadi Pemicu Utang Pengelolaan Sampah Rp104 Miliar
“Awalnya memang soal kebisingan. Tapi setelah berbagai perbaikan kami lakukan dan solusi ditawarkan, warga tetap menolak, bahkan tidak bersedia melakukan uji kebisingan bersama,” ujarnya.
Selain itu, manajemen Casbar menegaskan bahwa mereka telah mengantongi izin usaha lengkap, termasuk perizinan bangunan dan fungsi gedung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri
Pihak manajemen berharap konflik ini dapat diselesaikan secara damai. Mereka juga menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan warga sekitar, termasuk menawarkan peluang kerja sebagai upaya membangun hubungan yang lebih harmonis.
“Kami ingin hidup berdampingan dengan warga secara baik. Harapannya bisa saling mendukung, bukan saling menolak,” tutup Sandy. (Tono)
Editor : Redaksi