Orang Tua Keluhkan Dugaan Perundungan Anak di Arena Playtopia Pakuwon City Mall

potretkota.com
anak korban perundungan.

Potretkota.com - Ricky Anthony mengaku khawatir kondisi psikis anak semata wayangnya, M (6), setelah diduga menjadi korban perundungan di arena bermain Playtopia yang berada di Pakuwon City Mall Surabaya.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Ricky menduga anaknya mengalami perundungan dengan cara rambut anaknya dijambak yang dilakukan oleh sejumlah anak lain yang diperkirakan berjumlah lebih tujuh orang.

Baca juga: Ganda Hadi Wijaya Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara

Atas kejadian itu, Ricky meminta pertanggungjawaban pihak pengelola arena bermain. Ia juga meminta agar pengelola menunjukkan rekaman kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian.

Ricky bersama saudaranya, Margaret, kemudian mendatangi karyawan Playtopia bernama Roni. Keduanya bertemu Roni di sebuah kafe yang berada tepat di sebelah arena bermain Playtopia di lantai 3 Pakuwon City Mall.

Dalam pertemuan tersebut, Ricky mengaku kecewa karena rekaman CCTV yang sebelumnya dijanjikan belum juga diperlihatkan. Menurutnya, pihak pengelola juga menyampaikan bahwa terdapat bagian arena yang tidak terjangkau kamera.

"Kita ini niat baik-baik. Kita sudah kasih kesempatan dari tadi malam sampai dengan saat ini, dan hari ini Anda tidak ada konfirmasi apa pun ke pihak kita. Saya menunggu dari pagi, Anda menjanjikan tadi malam segera," ujar Ricky kepada media dengan nada kecewa, Selasa (18/8/2026).

Baca juga: Anggota DPRD Surabaya Pastikan Korban Bullying di SMA Gloria 2 Dapat Pendampingan Psikologis

Menanggapi permintaan tersebut, Roni pegawai Playtopia Pakuwon City Mall mengaku kalau dirinya bukan pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. "Kebetulan saya di sini juga bukan leader, jadi tidak bertanggung jawab untuk keputusan," kata Roni.

Perdebatan antara Ricky dan pihak Playtopia tersebut sempat menarik perhatian sejumlah pengunjung kafe dan karyawan toko di sekitar lokasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ricky mengancam membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, termasuk mengajukan gugatan ke pengadilan apabila pihak pengelola tidak menunjukkan iktikad baik. 

Baca juga: Playground Solusi Seru Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Menurut Ricky, pengelola seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan anak selama berada di arena bermain. Ia menilai hal tersebut penting karena orang tua atau pendamping tidak diperbolehkan masuk ke area bermain sehingga harus menunggu di luar.

Ricky menyebut harga tiket masuk arena bermain tersebut sekitar Rp170 ribu per jam. Ia berharap pihak pengelola memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru