Tingkatkan Perekonomian Jatim

Khofifah Butuh Banyak Partnership Perdagangan

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Jawa Timur punya potensi sebagai pasar dagang sangat tinggi. Karena itu, perlu ditingkatkan perdagangan. Melalui misi dagang yang menjadi gebrakan Gubernur Jatim, perekonomian di Provinsi ini dapat lebih ditingkatkan. Hal itu, disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa seusai acara 'Rapat Koordinasi Dan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan Jawa Timur Tahun 2020'.

Jika melihat kekuatan perdagangan Jatim yang disokong oleh ekspor antar Provinsi atau Pulau di dalam negeri, Khofifah menyampaikan butuhnya strong partnership. Apalagi melihat potensial market daerah yang dipimpinnya ini.

Baca Juga: BAP Kusnadi Sebut Khofifah dan Emil Terima Fee Hibah 30 Persen

"Kita butuh strong partnership, jadi kalau kita lihat struktur APBD kita dibandingkan dengan PDRB sekitar 1,57 persen, artinya kita sangat membutuhkan banyak partnership baik skala dari dalam negeri maupun dari luar negeri, tingkat lokal atau regional," kata Gubernur perempuan pertama Jatim tersebut di Grand City Surabaya, Kamis (9/1/2020).

Ia mengakui, bahwa kekuatan perekonomian Jawa Timur paling banyak di back up perdagangan antar Provinsi dan antar Pulau. Sehingga menurutnya, kalau bicara ekspor tidak melulu harus luar negeri. Untuk itu, pihaknya ingin menjaga hubungan baik antar daerah. Karena, itu yang akan meningkatkan perekonomian nasional.

Di samping itu, Khofifah mengatakan, saat ini sudah melakukan ekspor ke 16 Provinsi yang memiliki pasokan logistik yang banyak. Jawa Timur sendiri sebagai market yang cukup baik, tingkat konsumen dengan jumlah penduduknya kurang lebih 40 juta jiwa. Menurutnya, itu merupakan kesempatan membangun misi dagang antar Provinsi.

Baca Juga: Hakim Tipikor Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah di Pokir Kusnadi

"Kita punya potensial market yang luar biasa, oleh karena itulah kenapa saya minta misi dagang bisa dimulai. Minggu kedua Januari bisa dibuka, kita mulai," kata mantan Menteri Sosial tersebut.

Lebih lanjut, Khofifah mengaku, pertumbuhan perekonomian Jawa Timur berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, pihaknya mengajak daerah-daerah lain untuk bisa tumbuh bersama.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Sambangi Unit Rehabilitasi Sosial di Pasuruan 

Untuk diketahui, dalam acara tersebut dihadiri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dalam sambutannya, Ketua KPK, Irjen Firli Bahuri, yang berisi arahan tentang mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas Korupsi, Kolusi, serta Nepotisme (KKN). Selain itu, Ketua KPK yang baru itu menyampaikan, mengenai Peraturan Presiden No 80 Tahun 2019 tentang mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan Gerbang kartosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto, Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), kawasan BTS (Bromo-Tengger-Semeru), kawasan Selingkar Wilis hingga Lintas Selatan.

Pembangunan-pembangunan yang diatur dalam perpres tersebut merupakan pembangunan strategis nasional sehingga harus direalisasikan secara memyeluruh. Diantaranya, pembangunan ekonomi di kawasan Gerbang kertosusila, BTS, Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Oleh karenanya, melalui Perpres ini, Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan tersebut berharap iklim investasi di Jawa Timur terus ditingkatkan. (Qin)

Berita Terbaru