Ketua MUI Sebut Pengobatan Ningsih Tinampi Sesat

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan menyebut Ningsih Tinampi melakukan tindakan yang sesat. Sebab dalam mempraktekan teraphis pengobatan, janda kelahiran Februari 1973 mengklaim bisa memanggil malaikat dan nabi. Untuk itu MUI meminta supaya teraphis pengobatan alternatif Ningsi Tinampi di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan ini segera dilakukan pembinaan.

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda menyatakan, dalam rapat koordinasi dengan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Bakor Pakem), memutuskan bahwa tindakan Ningsih Tinampi adalah sesat.

Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

Sebab dalam mempraktekan teraphis pengobatanya, Ningsih Tinampi mengklaim bisa memanggil Malaikat dan Nabi. "Saya nilai Ningsih mengingkari ajaran Al Quran. Untuk itu kami minta agar dilakukan tindakan persuasif dan pembinaan terlebih dahulu pada Ningsih Tinampi," kata KH Nurul Huda.

Lanjutnya Nurul Huda, meminta Ningsih Tinampi yang mempraktekan pengobatan alternatif tidak mengulangi perbuatannya. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai atas praktek perdukunan yang mengingkari ajaran Al Quran.

Baca Juga: Davos 2026: Dunia Tanpa Aturan dan Normalisasi Kekuasaan

"Kami juga meminta agar Tim Bakor Pakem memanggil Ningsih dan dilakukan pembinaan. Kalau me-dukun jangan seperti itu, pakai cara yang baik saja. Jangan ngaku-ngaku dapat melihat malaikat dan jin. Satu hal lagi, kami tidak ingin merekomendasi penutupan praktek pengobatan, asal ia bisa merubah prilakuknya. Intinya kalau mau dibina dan ada perubahan, ya silahkan dilanjutkan praktek pengobatannya," terang KH Nurul Huda.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Ramdanu Dwiyantoro mengatakan saat ini Tim Bakor Pakem tengah melakukan kajian terhadap perilaku Ningsih Tinampi. Karena prilakunya ini bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan

"Kami berharap Ningsih tidak mengulangi perbuatannya. Saat ini masih menunggu hasil kajian dari Tim Bakor Pakem. Mungkin dalam waktu dekat, Tim Bakor Pakem akan memanggil atau mendatangi Ningsih Tinampi. Saat ini pihaknya hanya mendampingi Tim Kesehatan Pemprov Jatim berkunjung dan memberikan pembinaan masalah penanganan kesehatan pasien," tambah Ramdanu.

Sementara, Ningsih mengaku, yang sudah pernah diucapkan memanggil malaikat dan nabi merupakan kecerobohan dan kebodohan."Saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk seluruh warga Indonesia," pungkasnya. (Mat)

Berita Terbaru