Potretkota.com - Untuk pertama kalinya, Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Haji Aminurokhman, SE, MM menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di tengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19, dengan cara tatap muka di Universitas PGRI Wiranegara, Kota Pasuruan.
Mantan Walikota Pasuruan periode tahun 2000 - 2010 ini mengungkapkan, bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan keaneka-ragaman suku, agama dan budaya yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau harus memiliki konsepsi yang jelas untuk menopang kebesarannya.
Baca Juga: Polisi Pasang Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor di Surabaya
Konsepsi itu disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Empat pilar kebangsaan ini adalah tiang penyanggah (soko guru) sekaligus fondasi yang menentukan kokohnya sebuah negara, sehingga rakyat merasa nyaman dan aman serta terhindar dari segala macam gangguan, baik dari dalam maupun dari luar negeri,” kata Aminurokhman, Sabtu (20/6/2020).
Di depan lebih dari 150 mahasiswa dan dosen Universitas PGRI Wiranegara, Kota Pasuruan, Pria yang juga menjabat sebagai Kapoksi (Ketua Kelompok Komisi) II DPR RI ini menyinggung sejumlah isu kekinian yang mengedepan di tengah pandemi Covid 19.
Menurutnya, setidaknya ada dua isu yang menyita perhatian publik. Pertama, munculnya sikap dan tindakan yang provokatif dengan memanfaatkan psikis publik yang sedang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid 19. Kedua, pro kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
“Dua isu tersebut cukup mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang berjuang mengatasi pandemi Covid 19. Tapi Alhamdulillah, tindakan provokatif itu sudah bisa diatasi dan RUU HIP inshaAllah dipending,” tegas Aminurokhman.
Dalam kesempatan tersebut, politisi NasDem yang berangkat dari dapil Jatim II (Pasuruan-Probolinggo) ini menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang. Selanjutnya Aminurokhman menekankan tentang pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan yang disebutnya sudah sangat komprehensif dan menjadi benteng pertahanan negara.
“Masyarakat tidak usah bingung apalagi berspekulasi dengan ide-ide baru tak jelas arahnya, semuanya sudah diatur secara lengkap di Empat Pilar Kebangsaan”, jelas Aminurokhma.
Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan
Aminurokhman juga mengungkapkan, bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang sudah final - bersendikan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, berdasar UUD 1945 sebagai landasan konstitusional mengatur kekuasaan dengan prinsip demokrasi, HAM, kebersamaan dan gotong royong.
“NKRI adalah konsep yang dipilih sebagai bentuk negara kesatuan (bukan federasi) yang telah disepakati oleh seluruh warga negara, Bhinneka Tunggal Ika merupakan realitas keberagaman yang harus dibaca sebagai potensi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,“ pungkas Aminurokhman. (Mat/Ony)
Editor : Redaksi