Potretkota.com - Angin Segar kembali berhembus ditengah ketidak pasti akibat Covid-19 yang melanda bumi pertiwi. Berbagai cara sudah dilakukan Pemerintah guna memutus dan penyebaran virus Corona serta upaya pemberian bantuan kepada masyarakat salah satunya progam Bantuan Sosial Upah (BSU) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (27/8/2020) kemarin.
BSU sendiri merupakan bantuan bagi pekerja bergaji dibawah Rp 5 juta dan terdaftar aktif di BPJS ketenagakerjaan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 600 ribu perbulan selama 4 bulan dengan total Rp 2.4 juta.
Baca Juga: Apel Kebangsaan Serikat Buruh di GOR Delta Sidoarjo
Tapi sayang Program yang bagus dari Pemerintah tidak berjalan mulus masih ada pertanyaan dikalangan masyarakat bagaimana teknis dan kepastian bagi penerima bantuan tersebut.
Kepala Bidang Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan kota Surabaya Jeffry Martin menyapaikan, bahwa dari data BPJS ada sekitaran 13,7 juta penerimah BSU sudah menyetorkan sekitar 9 ,7 juta data ke Kementrian Tenaga Kerja dan untuk pertamanya yang dicairkan sekitar Rp 2,5 juta penerimaan. Pemerintah menganggarkan Rp 37,87 triliun dengan target penerima 15.725.232 pekerja.
"Ini masih awal mas, nantinya semua akan mendapatkan sesuai data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan," kata Jefrry kepada Potretkota.com, di kantornya di Jalan Diponegoro Surabaya
Baca Juga: Buruh Jatim Demo Bertopeng Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Tikus Berdasi
Jeffry Martin menjelaskan, sebagai penerima BSU, data yang diberikan oleh HRD perusahaan menjadi mitra dimana sesuai aturan berlaku penerima harus Warga Negara Indonesia sesuai KTP.
"Masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan perusahaan masih bayar bulan Juni dan memberikan nomer rekening 4 bank milik negara, misal Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BTN)," ungkapnya.
Baca Juga: 11 Buruh Laporkan PT LSI ke Dinas Tenaga Kerja
Menurut Jeffry, jika ada yang belum dapat bantuan, dimungkinkan masih proses validasi. "Mungkin terkendala dari banknya," katanya.
Sementara, Nur salah satu calon penerimaan BSU mengatakan, sudah mengirimkan rekening BRI ke manajemen perusahaan tapi masih proses validasi. "Sehingga saya belum bisa mencairkan dana tersebut," keluhnya. (Tio)
Editor : Redaksi