Potretkota.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Sugiarto mengajak seluruh perusahaan untuk menanam pohon dilahan-lahan kritis sepanjang bantaran daerah aliran sungai.
Penanaman pohon dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor serta banjir. Karena penanaman pohon ini salah satu kewajiban perusahaan atas pemanfaatan air dan tanah yang ada di Kabupaten Pasuruan
Baca Juga: Hujan Deras, 5 Dusun di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir
Sugiarto, pria yang aktif dalam dunia lingkungan si hijau ini mengatakan, telah bermitra dengan sejumlah perusahaan. Itupun dalam bermitra sesuai petunjuk dari Dinas DLH, Dinas Kehutanan dan Dinas Perhutani. "Untuk itulah meminta seluruh perusahaan melakukan program menanam pohon yang titik lokasinya sudah dibantu oleh Perhutani," kata Sugiarto, Senin (8/2/2021)
Lanjut Sugiarto, ada beberapa perusahaan yang diketahui melakukan kewajibanya menanam pohon di zona gunung penangungan lokasi petak 12 E, Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol. Dan di petak 35 E, pelaksananya bukan LMDH tapi Hipam juga di KPH Tosari.
Baca Juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh
"Dari beberapa perusahaan inilah yang menanam bibit pohon di hutan maupun disepanjang bantaran daerah aliran sungai. Ada sekitar 2000 perusahaan di Kabupaten Perusahaan, tetapi yang sudah melaksanakan kewaiibanya hanya beberapa perusahaan saja. Ini yang membuat saya kecewa. Karena di beberapa perusahaan lain itu ada yang masih berorentasi uang, bisnis atau proyek soal lingkungan," ungkap Sugiarto anggota Dewan Fraksi Golkar.
Di kesempatan tersebut, Sugiarto berpesan agar masyarakat dan seluruh perusahaan untuk terus menggalakkan penanaman pohon, apalagi saat ini curah hujan masih cukup tinggi sehingga harus dimanfaatkan betul untuk menanam pohon. Disamping itu, kondisi bencana saat ini cukup memprihatinkan terjadi bencana banjir di beberapa titik wilayah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya di Desa Kepulungan hingga membawa 2 korban jiwa dan puluhan rumah rusak parah serta jembatan putus.
Baca Juga: Mahasiswi ITS Hilang Kontak dengan Ayahnya Akibat Banjir Aceh
"Dari kejadian itulah, kami meyakini salah satu penyebabnya adalah minimnya resapan air di atas aliran sungai. Jadi, banyak resapan air yang dialih fungsikan untuk usaha atau industri, sehingga saat air melimpah akibat curah hujan tinggi, tidak terserap ke tanah. Harusnya air ini kan terserap ke tanah. Kalau resapan air atau lahan-lahannya banyak digunakan untuk tambang, industri dan lainnya, maka disaat air melimpah tidak dapat menampungnya. Sehingga terjadi banjir dan membawa pohon-pohon yang menyumbat dibeberapa saluran. Atas kejadian ini, kami mendorong Bupati Pasuruan agar melakukan kebijakan," terang Sugiarto.
Sementara ADM Perum Perhutani KPH Pasuruan Ida Jatiyana mengapresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah terlibat dalam konservasi lingkungan. Apalagi, konsisten selama lima tahun terakhir. Untuk itu, perhutani memberikan penghargaan atas perusahaan yang konsisten merawat lingkungan ini. "Tapi saya berpesan, kalau bisa jumlah pohon yang ditanam bisa lebih banyak. Semoga penghargaan ini mendorong perusahaan untuk terlibat dalam konservasi lingkungan di Pasuruan," tambahnya. (Mat)
Editor : Redaksi