Potretkota.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi telah mengunjungi lokasi bencana banjir yang ada di pemukiman Genukwatu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kebupaten Pasuruan.
Dalam kunjunganya, Andri Wahyudi mengajak semua pihak untuk mencari solusi penanggulangan pasca terjadinya banjir. Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan agar sungai tetap bersih dari sampah atau kotoran. Hal ini dilakukan untuk antisipasi agar banjir serupa tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Hujan Deras, 5 Dusun di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir
Selain itu, Andri Wahyudi juga menerangkan pasca terjadinya bencana banjir di Desa Kepulungan yang saat itu menewaskan dua korban jiwa, serta merusak puluhan rumah, ia mengajak seluruh elemen untuk mencari solusinya.
Baca Juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh
“Terpenting sekarang bagaimana bisa cepat menanggulangi dampak dari bencana alam berupa banjir, agar warga yang terdampak tidak teriak dan pembangunan jalan kembali. Maka dari pada itu, salah satu solusi antisipasi adanya banjir yaitu mengeruk atau membuat lebih dalam sungai-sungai yang menjadi tempat pelarian genangan air, serta menormalisasi anak-anak sungai dan saluran terbuka,” kata Andri Wahyudi ditemani Kades Kepulungan Didik Hartono, Selasa (16/2/2021).
Untuk itu, pasca bencana banjir Andri Wahyudi berharap masyarakat untuk tetap tenang. “Jangan was-was, sabar dan ikhlas. Saya dan pihak-pihak lain sedang bersatu untuk segera mencarikan solusi atas musibah ini. Tentunya saya meminta Pemkab untuk segera menyiapkan dan mencukupi kebutuhan ekonomi, seperti sembako, dan kebutuhan lainnya, seperti jaket, pakaian untuk dewasa sampai balita, obat-obatan, selimut, pampers dan lainnya,” tamahnya.
Baca Juga: Mahasiswi ITS Hilang Kontak dengan Ayahnya Akibat Banjir Aceh
Andri Wahyudi juga berterima kasih kepada teman-teman dari pihak ketiga yang ikut memberikan bantuan berupa barang kepada saudara yang sedang terkena musibah bencana. “Kedepan, saya akan berusaha mensinkronkan penanganan sungai ini. Jadi biar ada sinkronisasi, sehingga tidak terjadi tumpah tindih yang menjadi kewenanganya. Jangan sampai terlambat penanganan, akhirnya masyarakat Pasuruan yang menjadi korbannya seperti ini," pungkasnya. (Mat/Adv)
Editor : Redaksi