Potretkota.com - Sejak diguyur hujan deras, Kecamatan Winongan dan Grati Pasuruan terendam banjir. Banjir tersebut mencapai ketinggian sekitar 40 sampai 80 sentimeter. Meski 3 hari, genangan air terlihat belum surut, malah makin meningkat.
Ibnu warga terdampak yang ada di Desa Kedawung, Kecamatan Winongan mengaku, genangan air belum surut disebabkan hujan deras terjadi setiap hari. "Air hujan itu mengalir ke sungai, hingga debit air tidak muat atau meningkat. Sehingga meluber ke permukiman warga," katanya, Senin (17/01/2022)
Baca Juga: Hujan Deras, 5 Dusun di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir
Menurut dia, dampak banjir ini menyebabkan kerugian material bagi warga setempat. Kerugianya yaitu harta benda milik warga terhanyut. Lalu barang elektronik ada yang rusak.

Baca Juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Sementara, adanya banjir ini ada beberapa warga milih mengungsi ke kerabat. "Mengenai banjir ini terdapat tiga Desa diantaranya Desa Kedawung Wetan, Desa Kedawung Kulon, Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. Lebih parahnya, bencna banjir ini terdapat di Kecamatan Grati," tambah Ibnu.
Senada disampaikan Erwanto asal warga Kecamatan Grati, bahwasanya banjir ini disebabkan adanya turunya air hujan setiap hari. Hujan deras itu menjadikan sungai Kedawung dan Rejoso meluap. "Sungai meluap disebabkan tersangkut sampah, sehingga meluber ke permukiman warga. Untuk aliran sungai itu dari kiriman sungai Kalipang. Beruntung dalam benacana ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa," tuturnya.
Baca Juga: Mahasiswi ITS Hilang Kontak dengan Ayahnya Akibat Banjir Aceh
Terpisah, Kades Kedawung Kulon, Sugiarto menyebut banjir sampai hari ini belum surut. "Dampaknya kurang lebih ratusan rumah terendam. Sementar ini, ada beberapa warga mengungsi di keluarganya. Semog banjir ini segera surut," singkatnya. (Mat)
Editor : Redaksi