Potretkota.com - Kelonggaran yang diberikan pemerintah dalam menyambut hari kemenangan, yakni Hari Raya Idul Fitri 1443 H, membuat seluruh jajaran bawah harus bersiap siaga dalam mengimbangi hajat tahunan masyarakat, khususnya muslim.
Forkopimda Jawa Timur, dalam mengawal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, mengecek kesiapan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu, dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2022. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk melayani masyarakat dalam budaya mudik.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
Turut dalam pengecekan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto bersama Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, serta Sekdishub Provinsi Jatim mewakili Gubeenur Jatim.
Rombongan langsung menuju Stasiun Kereta Api Pasar Turi. Di stasiun ini, rombongan memastikan kesiapan antigen serta proses tiketing yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Rombongan Forkopimda Jatim juga sesekali berdialog dengan masyarakat yang akan mudik serta memberikan masker kepada calon penumpang.
Selanjutnya, rombongan Forkopimda Jatim menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Di sini, upaya yang sama juga dilakukan. Selain memeriksa kesiapan antigen dan pos pengamanan, Forkopimda Jatim juga memastikan kesiapan personel di Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran tahun 2022 di sana.
"Kami jajaran Forkopimda hadir di sini bersama-sama dari Ka Daop 8 dan seluruh jajaran, Kepala Dinas Perhubungan hadir bersama juga Bapak Pangdam, Pak Kabinda, untuk memastikan kesiapan jajaran di Jawa Timur khususnya di Pasar Turi, terkait dengan kesiapan Pos Pam Pos Yan dan Pos Terpadu," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Senin, (25/4/22).
Baca Juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak
Jenderal yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Politik Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sahlisospol Kapolri) pada tahun 2019 ini juga menyampaikan, di seluruh Jawa Timur ada sebanyak 195 Pos Pengamanan, 59 Pos Pelayanan dan 10 Pos Terpadu.
"Untuk semuanya disediakan fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat apabila dalam melakukan pergerakan baik di bandara, baik di terminal, di stasiun kereta api, atau melalui kapal laut, semuanya sesuai dengan aturan, diwajibkan untuk melaksanakan vaksin ketiga atau booster," lanjutnya.
Sedangkan bagi warga yang baru melaksanakan vaksinasi pertama atau pun kedua, diwajibkan membawa persyaratan sudah di PCR dalam waktu 3X24 jam, kemudian melaksanakan antigen 1X24 jam. Hasil pengecekan sendiri, kata Nico, untuk sementara semuanya berjalan dengan baik.
Baca Juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran
"Dan kami ucapkan terima kasih semua stakeholder yang bergabung dalam pos terpadu bekerja dengan sangat baik. Harapannya nanti sampai dengan puncaknya hari Jumat, Sabtu, Minggu depan, kesiapan ini bisa terjaga dan masyarakat harapannya nanti bisa melaksanakan mudik sehat dan mudik aman," harapnya.
Nico juga berpesan untuk masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan pada saat melakukan mudik. Namun, bagi yang belum melaksanakan vaksin booster diimbau untuk segera mendatangi Babinsa, Babinkamtibmas, kemudian bidan desa di masing-masing daerah, karena seluruhnya kesiapan vaksinasi booster sementara ini masih tersedia.
"Lalu harapan kami mudah-mudahan dengan kesiapan dari seluruh stakeholder dan juga kesadaran masyarakat selesai nanti melaksanakan mudik, kita semua bisa kembali dengan sehat dan aman," pungkasnya.(CS)
Editor : Redaksi