Pamit Cari Ikan

Dua Bocah Tenggelam Saat Cari Belut di Sungai

avatar potretkota.com
Petugas Polsek Gading Rejo memeriksa jenazah salah satu dari dua bocah yang ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia diduga tenggelam di aliran sungai Klaten, Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Kamis, 30 Juni 2022.
Petugas Polsek Gading Rejo memeriksa jenazah salah satu dari dua bocah yang ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia diduga tenggelam di aliran sungai Klaten, Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Kamis, 30 Juni 2022.

Potretkota.com - Dua orang bocah asal Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kedua bocah malang tersebut diduga tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis (30/06/2022).

Kedua bocah malang tersebut yakni, Abdul Halib (10), warga Pekon Klaten dan Desta Valechia (7), warga Dusun Buluwangi, Pekon Bulurejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Saat Memancing Ikan

Kapolsek Gading Rejo IPTU Anwar Mayer Siregar mengatakan, peristiwa tragis yang dialami kedua bocah tersebut bermula ketika keduanya berpamitan hendak mencari belut pada Kamis pagi (30/06/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sekitar pukul 09.00 WIB, korban Halib pamitan kepada ibunya untuk mencari belut bersama Desta,” kata Anwar. Beberapa jam pergi, kedua bocah itu tidak juga kembali. Cemas, ibu Halib menyuruh suaminya Eko Wahyudi, mencari keberadaan anak mereka. 

Sekitar pukul 11.00 WIB, Eko dibantu beberapa warga mencari keberadaan sang anak di sekitar aliran sungai Klaten, Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. "Tidak lama kemudian, Halib ditemukan dalam posisi tenggelam di dasar sungai. Korban langsung dievakuasi ke pinggir sungai,” ujar Anwar.

Anwar mengungkapkan, warga yang melakukan pencarian dua bocah tersebut sempat mengalami kesulitan karena di berbagai lokasi kedua bocah malang tersebut tidak kunjung ditemukan. Pencarian Eko bersama warga mendapatkan petunjuk dari penemuan dua pasang sandal jepit milik Halib di pinggir sungai.

Petunjuk itu ditemukan oleh Eko, orang tua Halib. Eko mengenali sandal jepit tersebut milik sang anak. Curiga anaknya tenggelam di sekitar tempat itu, Eko langsung turun ke sungai. Dia menyelam sedalam satu meter. Benar saja. Halib ada di lokasi tersebut. "Korban langsung dievakuasi ke pinggir sungai," terang Anwar.

Anwar menjelaskan, dari ditemukannya Halib dengan kondisi sudah tidak bernyawa, penyisiran kembali dilakukan. Sekitar 50 meter dari lokasi awal, Desta ditemukan. "Jasadnya tersangkut di bebatuan. ”Sekitar 50 meter dari lokasi penemuan korban Halib," tukas Anwar. (Rio)

Berita Terbaru