Potretkota.com - Ahmad Dani Safarudin, 15 tahun, Kepanjen, pelajar kelas 1 Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA), salah satu korban meninggal dunia pasca tragedi Liga Indonesia antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang meninggalkan kisah tersendiri yang tak terlupakan oleh keluarga.
Sofie, ibu korban, mengaku selama ini anaknya gemar bermain sepak bola bersama teman-temannya dan mengidolakan Arema sebagai tim kebanggaannya. Karena itu, Dani tak pernah absen menonton kesebelasan Arema bermain di lapangan hijau.
Baca Juga: Harta Tahta Fujika Senna Oktavia
Namun dalam pertandingan kali ini yakni di Liga Indonesia, ibunya sempat melarang menonton sepakbola karena lawan mainnya adalah Persebaya yang mana memiliki suporter terkenal garang, yaitu Bonek.
"Saya sudah melarangnya. Tapi kali ini Dani memohon mohon agar diberi izin menonton. Dia bilang begini 'ini yang terakhir, lain kali engga menonton sepakbola lagi'. Dani memohon sambil mencium tangan saya dan minta maaf," ucap Sofie mengenang kepergian anak sembari meneteskan air matanya.
Rohadi pun demikian. Bapak dari almarhum yang bekerja sebagai terapis stroke di Surabaya ini, seperti mendapat firasat yang tak biasa dari anaknya. Dani meminta agar bapaknya segera pulang. "Saya disuruh pulang hari Jumat, tapi Sabtu saya ada urusan di Jombang. Saat berada di Jombang, saya dapat kabar kalau Dani meninggal dunia. Dalam perjalanan pulang naik motor, saya teriak keras, Bapak pulang...," ungkapnya menyesal karena tidak menuruti keinginan anaknya terakhir kalinya.
Bukan hanya kedua orangtuanya yang merasa kehilangan, Rafi kakak dari Dani pun melihat gelagat tak biasa dari sang adik. Sebelum berangkat melihat pertandingan, Dani berpamitan dan mencium tangannya. "Saya heran, biasanya kalau mau keluar rumah tidak pernah salaman atau cium tangan. Ini kok dia pamit ke saya kalau mau nonton sepakbola terus cium tangan sama minta maaf juga," kenangnya.
Untuk diketahui, Dani pamit nonton bola antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjahuruan, Sabtu (1/10/2022). Anak kedua pasangan Rohadi dan Sofie ini menonton bola dengan cara membeli tiket Rp80 ribu dari calo. Padahal, harga tiket berupa gelang yang dipakai tertera harga Rp50 ribu.
Permainan pun dimulai, Dani beserta dua tamannya yang masih remaja asik menonton bola. Mereka tau akhirnya, tim kesayangan Arema kalah dikandang sendiri, yaitu skor 2:3 dari Persebaya. Para suporter pun usai laga, masuk dalam arena.
Baca Juga: Kisah Cinta Fujika, dari Presiden BEM Hingga Pilih Nikahi Kusnadi
Oleh petugas keamanan, dianggap ricuh, suporter dipukul mundur. Tidak hanya itu, para penonton di tribun tak luput dari tembakan gas air mata. Massa yang panik kemudian lari berhamburan menyelamatkan diri. Tak terkecuali Dani, bersama temannya kala itu mendengar tiga kali tembakan gas air mata yang mengarah ke tempatnya. Karena itu, masing-masing dari mereka akhirnya berpisah.
Mendengar kericuhan, Rafi yang saat itu berada di rumah sontak mencari adiknya Dani di Stadion Kanjahuruan. Akhirnya pukul 2 dini hari, Minggu (2/10/2022), Dani ditemukan di rumah sakit dalam kondisi tak bernyawa dengan luka lebam dikaki dan kepala berdarah serta wajah membiru. Tragedi Kanjuruhan ini telah menelan korban meninggal dunia, luka-luka hingga ratusan orang.
Sementara, Adit salah satu petugas rumah sakit mengaku, banyak korban sudah terkapar. "Rata-rata korban sampai rumah sakit sudah jadi jenazah," singkatnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bertemu orang tua alm. Ahmad Dani Safarudin/dok Polri
Baca Juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya
Minggu (2/10/2022) malam, Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke rumah duka, Ahmad Dani Safarudin.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menawarkan salah satu anak dari korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan untuk masuk menjadi anggota kepolisian.
Buntut kericuhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya. Selain itu, sejumlah perwira danyon dan danton Satuan Brimob Polda Jatim dicopot. Mereka diantaranya, AKBP Agus Waluyo, AKP Hasdarman, Aiptu Solikin, Aiptu Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto, AKP Untung, AKP Danang, AKP Nanang, Aiptu Budi. (Hyu)
Editor : Redaksi