Gandeng LSM, KPU Jatim Sosialisasi Pemilu 2024

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggandeng LSM Mapekkat melakukan Sosialisasi Pemilu 2024-2029 Jujur Damai dan Aman Demi Tegaknya Konstitusi Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Berkeadilan Sosial, Selasa (26/12/2023) di gedung kawasan Jalan Dukuh Kupang Surabaya.

Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan, sosialisasi ini berlangsung 40 titik. "Tidak hanya LSM, ada mahasiswa, organisasi kepemudaan ataupun keagamaan. Dalam sosialisasi kita bisa menyampaikan secara langsung terkait subtansi pelaksanaan Pemilu 2024," jelasnya.

Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

Menurut Choirul Anam, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya partisipasi secara angka pemilih yang meningkat tapi juga kualitas masyarakat semakin paham bagaimana memilih pemimpin ataupun calon yang baik. "Jadi ini untuk peningkatan literasi kemampuan masyarakat. Berbeda pilihan monggo, seduluran persaudaraan dijaga," ujarnya.

Selain itu, dalam sosialisasi juga dijelaskan peran media dalam menanggulangi hoax atau berita negatif yang beredar di masyarakat. "Jadi narasumber selain dari KPU juga dari teman-teman media," tambah Choirul Anam.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan

Untuk masyarakat yang kebetulan berada diluar kota, disebut Choirul Anam bisa menggunakan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan). "DPTb ini bisa diurus 30 hari sebelum hari-H tanggal 14 Febuari 2024," jelasnya.

Namun berbeda untuk orang yang sakit, bisa mengurus 7 hari sebelum hari-H. "Semuanya bisa diurus di Kelurahan terdekat. Sehingga semua hak pilihnya bisa tetap dilayani dengan baik ditempat mereka berada dan tentu itu akan berkosekuensi terhadap surat suara yang diterima. Jadi kalau perpindahan antar dapil hanya dapat beberapa suara," pungkasnya.

Baca Juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat

Sementara, Koordinator LSM Mapekkat mengaku senang dengan sosialisasi yang diberikan oleh KPU Jatim. Terlebih hampir semua peserta yang hadir sekitar 100 orang sudah paham tentang aturan yang ada. "Dengan teknologi yang berkembang, ternyata banyak peserta yang sudah paham tentang aturan pencoblosan," tutupnya. (Hyu)

Berita Terbaru