Sanitasi Layak dan Aman adalah Kebutuhan Dasar

avatar potretkota.com
Bimtek DPRKPCK Pemprov_Jatim.
Bimtek DPRKPCK Pemprov_Jatim.

Potretkota.com - Sanitasi layak dan aman adalah kebutuhan dasar dan sangat berpengaruh dalam kualitas kehidupan manusia di setiap stape kehidupan. Mulai dari 1000 hari pertama kehidupan hingga lanjut usia (lansia).

Arah pembangunan Indonesia Emas sektor sanitasi dalam RPJPN 2025-2045 yaitu pemenuhan akses sanitasi melalui rantai layanan yang dikelola secara aman, berkelanjutan, dan inklusifsesuai dengan karakteristik wilayah.

Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

Pada tahun 2021 terdapat 1574 SPALD-T Skala Permukiman terbangun di Provinsi Jawa Timur dengan total 42.722 SR (sambungan rumah) terlayani, data Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah (RISPAL) tahun 2022, masih banyak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang memiliki keberfungsian dibawah 80% sehingga dikatakan kurang optimal.

Seiring berkembangnya zaman, banyak permukiman yang tidak memiliki sarana, prasarana dan utilitas umum yang memadai. Sebagai salah satu contohnya adalah permukiman yang terdapat di bantaran Sungai Brantas dan Bengawan Solo.

Permukiman tersebut merupakan permukiman kumuh yang berdiri di atas bantaran sungai, sehingga sungai yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air tidak lagi berfungsi normal karena terdapat banyaknya permukiman kumuh yang mengakibatkan sempitnya daerah aliran sungai.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan

Pencemaran air di badan sungai akibat buangan air limbah permukiman merupakan salah satu dampak dari perkembangan kegiatan permukiman di sepanjang bantaran Sungai. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak adalah adanya monitoring dan evaluasi sarana prasarana pengelolaan air limbah domestik yang sudah terbangun.

Dalam rangka peningkatan dan pemahaman serta kapasitas SDM terkait penyelenggaraan SPALD-T yang berkelanjutan, maka Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melaksanakan Bimbingan Teknis Air Limbah dengan tema, Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Menuju Sanitasi Aman”.

“Bimbingan Teknis Air Limbah dengan tema Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Menuju Sanitasi Aman adalah suatu wadah pengembangan sumber daya manusia di bidang Pekerjaan Umum dan kawasan permukiman,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), I Nyoman Gunadi, ST.MT, Rabu 2 September 2024.

Baca Juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat

Menurut Nyoman sapaan akrab Kepala DPRKPCK Pemprov Jatim, tujuan dilaksanakan kegiatan ini diantaranya, meningkatkan pemahaman tentang pedoman dan instrument monitoring evaluasi keberfungsian ipal komunal, mengetahui dan memahami prioritasi pemilihan teknologi tepat guna pada pembangunan ipal komunal di wilayah kumuh dan daerah aliran sungai, mengetahui bagaimana penerapan teknologi fitoremediasi pada instalasi pengolahan air limbah di kebon raya porwodadi dan mengetahui strategi penguatan kapasitas kelembagaan UPTD pengelolaan air limbah Gresik.

“Saya berharap bapak dan ibu dapat memanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam upaya pemenuhan akses sanitasi aman, berkelanjutan dan inklusif sehingga mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan,” jelas Nyoman. (Hyu/Adv)

Berita Terbaru