Potretkota.com - Sirkuit Putra Airlangga dibuka dan diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Komjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si. pada 22 Februari 2024 kemarin sekaligus membuka gelaran kejuaraan motocross yang memperebutkan piala Kapolda Jawa Timur.
Gelaran balap motocross yang dihelat dan gratis ini disambut antusias masyarakat yang berbondong-bondong membawa keluarganya untuk menyaksikan para Croser menaklukkan berm, Jumping, dan superbowl di sirkuit yang juga merupakan markas dari Tom Rizky Motor Sport.
Baca Juga: Emil Dardak Puji Acara Janji Suci Setia Mengabdi Tanpa Korupsi
"Semoga kedepan kalau ada event bisa gratis lagi dan petugasnya lebih siap dalam menolong pembalap yang jatuh," Kata Samino Mardianto salah satu penonton dari Mojokerto.
Marshal saat bertugas di sirkuit tanpa menggunakan sepatu kesulitan saat mengevakuasi pembalap yang jatuh. Hal ini juga menimpa salah satu pembalap kelas 85 CC yakni Faradila Navara yang berteriak "Hei Cepat - cepat bantu," teriak Faradila saat terjatu di berm 50 meter sebelum garis Finish.
Tak ayal, Marshal yang tak bersepatu sempat terjatuh ketika akan menolong karena sirkuit yang licin dan tidak menggunakan alat pendukung keselamatan sebagai Marshal.
Dalam event balap motocross selain harus bersepatu dan bebarapa di beberapa titik yang dianggap rawan seperti pit line, tempat star dan beberapa area sirkuit yang dirasa rawan menjadi tempat jatuhnya para pembalap selain itu juga Marsal diwajibkan membawa bendera dan Apar (alat pemadam kebakaran) untuk mengatasi jika pembalap terjadi insiden tabrakan atau motor terbakar.
Baca Juga: PORWAPROV 1 Jatim 2024 Jaring Bibit Atlet Berbakat
Namun sayangnya petugas Marsal di sirkuit Putra Airlangga selain terkesan amatir tidak menggunakan sepatu juga tidak ada satupun Marsal yang membawa Apar.
Sirkuit Putra Airlangga yang berada di Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan milik Rokhmawan pengusaha rokok mendapat masukan dari mantan pembalap nasional Indonesia yang saat ini masih vakum. Rokhmawan sendiri sebagai pemilik lahan kalah dalam kejuaraan.
"Sirkuitnya bagus dan aman untuk pembalap dan berkelas Internasional. Namun kemarin ketika ada kecelakaan di sirkuit tim media belum faham bagaimana menangani pembalap yang cedera," jelas Bagus Prasmita, Croser Nasional yang saat ini masih fakum, Minggu, (23/2/25).
Baca Juga: Kegiatan Rumah Data Bawaslu Jatim Telan Anggaran Rp3 Miliar Lebih
Bagus Prasmita menerangkan, bahwa sirkuit Airlangga sangat layak untuk menggelar event kejurnas, Namun dirinya juga berpesan agar panitia juga lebih siap dalam menyiapkan event agar berjalan tanpa kendala seperti saat menangani Pembalap jatuh atau masalah lainnya.
"Harapannya kejurnas bisa digelar di sirkuit ini. Namun harus diperbaiki seperti tim media dan Marshal saat terjadi insiden pembalap jatuh atau pembalap mengalami trouble lainya," imbuhnya. (dyt)
Editor : Redaksi