Sebelum Dijual, Sapi Dijamu dan Dipijat Setiap Hari

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Jelang Idul Adha 2018, peternak sapi di kawasan jalan Pakal Surabaya punya formula unik untuk menggemukan sapi qurban. Selain memberikan jamu tradisional, agar sehat dan berstamina, sapi-sapi yang dijual juga dipijat setiap harinya.

Program pengemukan sapi di lakukan selama 4 bulan terakhir hingga waktu jelang Idul Adha sengaja dilakukan Suyatno yang sudah puluhan tahun menjadi peternak sapi, agar nilai jual sapi miliknya juga menjadi tinggi.

Pengemukan sapi ini dilakukan dengan berbagai cara, selain pemberian makan rumput juga di campur sari pati tetes tebu, dan sari kedelai sebagai penunjang agar sapi tetap sehat dan berstamina, sekaligus nafsu makannya bertambah. Suyatno juga memberikan jamu tradisional setiap bulannya, yaitu racikan jamu terdiri dari kunyit, jahe, temulawak dan telur.

Baca Juga: Jelang Imlek, Usaha Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Pesanan

Bahan-bahan jamu yang di kupas lalu di haluskan dengan cara di blender dan campur dengan telur dan air, kemudian di minumkan pada sapi. Jatah per ekor sapi, yakni satu botol jamu racikan tiap bulannya.

Baca Juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat



Selain pemberian jamu dan pemeriksaan berkala, agar sapi tidak stres peternak sapi juga memberikan ekstra pijatan. Tak heran rata-rata sapi milik Suyatno memiliki bobot mencapai 500 hingga 800 kilogram.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025

Menurut Suyatno, sapi dijual berjenis limosin, simental, dan Brangus yang di datangkan langsung dari wilayah Madura, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. “Harga sapi mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 45 juta, tergantung dari jenis sapi dan berat sapi,” katanya. (Jar)

Berita Terbaru