Potretkota.com – Suasana khidmat terasa di halaman Pengadilan Tinggi Surabaya pada Rabu, 1 Oktober 2025. Seluruh jajaran pimpinan, hakim tinggi, pejabat struktural, panitera, hingga pegawai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan penuh rasa hormat dan tertib.
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan prosesi pengibaran bendera merah putih, yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Puji Harian, yang diikuti oleh Hakim Tinggi, Hakim Yustisial, Hakim Ad Hoc Tipikor, Pejabat Struktural, Panitera Pengganti, Pelaksana dan PPNPN Pengadilan Tinggi Surabaya.
Baca Juga: Jalan Sehat Bersama Awali Program Kerja 2026 Pengadilan Tinggi Surabaya
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh petugas upacara, yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta. Setelah itu, dibacakan pula teks UUD 1945 serta ikrar kesetiaan terhadap Pancasila. Seluruh peserta kemudian mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan ideologi bangsa.
Upacara berlangsung sederhana namun penuh makna. Para pegawai dan hakim terlihat mengenakan pakaian seragam lengkap, mencerminkan kedisiplinan serta penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Bagi keluarga besar Pengadilan Tinggi Surabaya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 menjadi momen refleksi untuk semakin meningkatkan profesionalisme dalam melayani masyarakat pencari keadilan. Selain itu, upacara ini juga menjadi pengingat penting bahwa Pancasila harus senantiasa diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di lingkungan peradilan.
Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Sujatmiko mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari berbagai tantangan zaman. Pancasila, kata Sujatmiko, adalah pedoman utama yang harus terus dipegang teguh, termasuk dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan berintegritas.
Baca Juga: Purnabakti, Charis Mardiyanto tak Lagi Pimpin Pengadilan Tinggi Surabaya
“Bahwa Pantasila itu lima dasar, itu merupakan ideologi bangsa. Ideologi berarti ajaran yang harus dijalankan oleh seluruh bangsa Indonesia, dalam bernegara, berbangsa, bermasyarakat, baik komunal maupun individu. Setiap langkah gerak kita, maka harus didasarkan pada lima nilai dasar Pantasila,” kata Sujatmiko, usai melaksanakan upacara di halaman Pengadilan Tinggi Surabaya, Rabu (1/10/2025).
Pandangan hidup, lanjut Sujatmiko, tentunya apapun kegiatan yang dilakukan, baik di kantor, baik pribadi, baik di masyarakat, semua juga harus mengacu pada pandangan hidup lima sila Pantasila, agar jalannya bisa lurus, karena itu pedoman.
“Mungkin ya dengan teknis yang sudah ada dengan masyarakat, mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi, ya pemuda masyarakat yang generasi ini ya harus diikuti. Banyak juga istilahnya podcast-podcast ini yang seharusnya juga ada yang khusus mengajarkan Pancasila,” tandas Suajtmiko.
Dengan penuh semangat kebangsaan, upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pengadilan Tinggi Surabaya tahun ini menjadi wujud nyata tekad aparatur peradilan dalam mengawal keadilan dan menjaga persatuan bangsa. (ASB)
Editor : Redaksi