Potretkota.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat memberikan perhatian kepada korban selamat asal Surabaya dalam tragedi runtuhnya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Baca Juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya
Menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satgas Kampung Pancasila, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan pendampingan psikis.
Berdasarkan data dari Tim DVI, terdapat sekitar 20 korban selamat asal Surabaya dari total 104 korban selamat dalam musibah tersebut. Kondisi fisik para korban bervariasi, ada yang mengalami luka-luka, namun sebagian besar mengalami trauma psikologis yang mendalam.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, komitmennya untuk memberikan pendampingan psikis kepada para korban. "Kami akan memberikan pendampingan psikis untuk para korban Pondok Pesantren Al Khoziny yang selamat, guna memulihkan dari kondisi trauma yang telah dialami," ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Selain itu, Eri Cahyadi juga mengimbau agar seluruh pondok pesantren yang ada di Surabaya sudah memiliki izin yang lengkap. Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (KF)
Baca Juga: Sidang Ganjar Pemkot Surabaya, Ahli Nilai Pengakuan Sepihak Tak Cukup Menjerat Terdakwa
Editor : Redaksi